SEMA FATIK IAIN Kendari Gelar Seminar Bela Negara

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melalui Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menggelar seminar bela negara. di gedung auditorium IAIN Kendari, Sabtu, (22/2/2020).

Dalam kegiatan ini diketahui sebagai Pemateri yakni, dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Sultra, dan Ketua Sema Fatik itu sendiri serta Pihak IAIN Kendari.

Dalam keterangannya  Polda Sultra melalui Iptu Jamil mengatakan, semua mahasiswa adalah sebagai generasi dan ujung tombak dalam proses membela negara demi mengawal utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

“Kami dari pihak kepolisian juga punya tanggung jawab yang lebih besar pula terhadap bangsa dan negara ini, sebab kami harus aktif dalam segala kegiatan termaksud kegiatan-kegiatan sosialisasi dan seminar seperti ini,” ungkap Iptu Jamil.


Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bela negara, memang harus sering diadakan sebab kegiatan bela negara sangat besar peranya untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi diri bagi setiap generasi demi keutuhan bangsa.

“Maka dari itu menegaskan kembali bahwa, kami dari pihak Polda Sultra sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa terkait dengan bela negara, sebab secara tidak langsung mahasiswa telah memberikan kami panggung juga ruang untuk bertukar pikiran demi mempertahankan keutuhan bangsa,” bebernya.

Mengenai wawasan kebangsaan, dari jauh-jauh hari kita sebagai generasi telah dipersiapkan oleh para tokoh-tokoh perjuangan, para pejuang kemerdekaan NKRI yakni dengan dibekali pemahaman 4 pilar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal IKA.

“Jikalau kita betul-betul memahami 4 pilar tersebut maka kita sebagai generasi bisa tetap menjaga keutuhan Bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Ditempat dan kesempatan yang sama ketua NU Sultra, Drs. KH. Muslim, M.Si menyatakan tentang dampak Media Sosial (Medsos) terhadap masyarakat. Selain memiliki dampak positif, Medsos juga memiliki dampak negatif misalnya penyebaran informasi hoax (berita bohong). Medsos saat ini sangat familiar di masyarakat apalagi di kalangan milenial.


Informasi sangatlah mudah untuk didapatkan dari seluruh belahan dunia. Akan tetapi perkembangan tekhnologi media ini tentu tidak seluruhnya bisa ditelan mentah mentah. Perlu difilter untuk mengetahui informasi yang sebenar-benarnya. Ujaran kebencian dan terkadang saling mengkafirkan kerap tersebar melalui Medsos.

“Perlu peran semua pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut. Tidak terkecuali pemerintah dengan instansi yang dimiliki serta masyarakat harus jeli menilai informasi. Yang berbahaya itu adalah informasi hoax atau berita bohong,” paparnya.

Sementara itu Ketua Panitia kegiatan Pihak IAIN mengatakan bahwa kegiatan bela negara ini dalam rangka membentengi para kaum pelajar sejak milenial untuk tidak terpengaruh dengan adanya paham dari radikalisme.

“Berharap, dengan terlaksananya seminar ini dapat membentuk karakter baru bagi mahasiswa yang mengikuti seminar tadi dan mengetahui ancaman-ancaman yang mulai marak terjadi di Indonesia serta mereka dapat mengatasi masalah ini dengan tepat,” harap ketua Panitia

Masih ditempat yang sama ketua Sema FTIK, Buyung Muh. Rantau menjelaskan kegiatan senat mahasiswa yang diselenggarakan FTIK dengan tema “Kesadaran bela negara dalam merawat kebhinekaan diera milenial”.

“Ini merupakan kegiatan perpanjangan dari kegiatan sumpah pemuda yang selalu ditingkatkan progresnya dalam mengingatkan dan menekankan kepada kaum pemuda bahwa bela negara adalah bagian daripada jihad dan meneruskan perjuangan para pahlawan. Yang saat ini harus diregenariskan oleh kaum milenial saat ini,” tekan ketua Sema FTIK

Laporan: Sarifudin/Fiat
Editor: Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *