Ridwan Dibutuhkan DPP, Bakal Ada Ketua Baru di Golkar Sultra?

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Tenggara (Sultra) dua periode, Ir Ridwan Bae, bakal tidak menahkodai partai berlambang pohon beringin itu di Sultra pada periode ke depan. Saat ini sembilan calon Ketua DPD Golkar Sultra, telah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Partai Golkar Sultra dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke X, DPD Golkar Sultra. Mereka nantinya berebut posisi untuk meraih dukungan DPC kabupaten dan Kota. Meski demikian, ketua umum DPP Golkar Airlangga Hartarto berharap Musda yang dilakukan 11 Maret 2020 nanti dilaksanakan secara musyawarah dan mufakat sehingga Ketua DPD Golkar Sultra terpilih secara aklamasi.

Adapun sejumlah kader dan nama besar di Sultra yang ikut bertarung dalam perhelatan Musda ke X DPD Golkar Sultra tersebut seperti Arhawi (Bupati Wakatobi),Surunuddin Dangga (Bupati Konsel), La Bakry (Bupati Buton),Irham Kalenggo (Ketua DPRD Konsel), Herry Asiku (Wakil Ketua DPRD Sultra), Rusmin Abdul Gani (Kader Golkar), Haris Andi Surahman, (Kader Golkar), Abdul Rahman Farizi (Mantan Caleg DPR RI Partai Golkar), dan Syahyunu (Kader Golkar) serta beberapa nama mentereng lainnya yang akan menahkodai Partai tersebut.

Sekertaris DPD Partai Golkar Sultra, Muhammad Basri, saat ditemui baru-baru ini dirunag kerjanya, ia mengakui di Partai Golkar untuk maju diperiode ketiga harus mendapatkan izin dari DPP. Namun posisi Ridwan bukan tidak diizinkan oleh Ketua Umum untuk maju. Melainkan mantan Bupati Muna dua periode itu dibutuhkan di Pusat. Hal ini ditegaskn Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto, Sekjen dan beberapa pejabat DPP Golkar dihadapan para Ketua DPC Golkar di Daerah.

“Bukan tidak izinkan beliau (Ridwan) untuk kembali maju pimpin Golkar Sultra. Tapi kami butuhkan tenaga dan pikiran beliau untuk memimpin Komisi V DPR-RI,untuk mengamankan kebijakan pemerintah. Komisi V menyangkut pembangunan infrastruktur untuk mensukseskan program pembangunan nasional,” ungkap Basri

Menurut Basri, dengan dibutuhkannya Ridwan ditingkat nasional maka sebuah kebanggaan bagi masyarakat Sultra. Kadernya bisa mendapatkan kepercayaan di pusat untuk mengawal program pusat. Terkait jalannya Musda Partai Golkar Sultra, DPP berharap dilaksanakan dengan cara musyawarah mufakat.

“Musyawarah mufakat dan menetapkan satu calon atau aklamasi. Kalau terjadi voting, kan terkesan ada kalah dan menang,” ungkap Basri menirukan pesan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Proses Musda Golkar Sultra, tidak akan mempegaruhi dukungan Partai Golkar dalam Pilkada langsung yang akan digelar tahun ini di beberapa daerah. Pasca Musda, seluruh Kader akan All Out untuk memenangkan calon yang diusung partai Golkar.

“Setelah selesai Musda, kita akan turun dan solid untuk memenangkan figur yang diusung Golkar di Pilkada kedepan,” pungkasnya.

Laporan: Husen/ Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *