Soal TKA, Badko HMI Sultra Meminta Pemerintah Bersikap Tegas dan Terbuka

  • Whatsapp

Ketua Umum Badko HMI Sultra, Candra Arga

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Tenggara (Sultra) ikut angkat bicara terkait kedatangan puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Bandar Udara Haluoleo (HlO) Minggu, 15/3/2019. Hal itu dilakukan ditengah kondisi dimana Pemerintah tengah berupaya mencegah menyebarnya Virus Corona (Covid-19).

Ketua Umum Badko HMI Sultra, Candra Arga mengatakan ada ketidakcocokan antara pernyataan pemerintah itu sendiri tentang kedatangan TKA, ditengah kondisi dimana rakyat merasa was-was akan COVID-19 tersebut, pemerintah dianggap tidak terbuka dan hal itu bisa menambah kekhawatiran ditengah masyarakat.

“Kita butuh sikap tegas dan keterbukaan dari Pemerintah tentang kondisi saat ini, apa lagi ada ketidakcocokan antara pernyataan pemerintah itu sendiri yakni, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra dan Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sulawesi Tenggara. Berbeda menanggapi kedatangan TKA tersebut, hal ini tidak hanya menjadi pertanyaan bagi masyarakat tetapi juga semakin menambah kekhawatiran tentang penyebaran Covid,” ungkapnya.

Melihat hal itu, Badko HMI Sultra berharap kepada Pemerintah agar untuk sementara akses masuk kedalam negeri ditutup, demi mencegah merebaknya COVID-19 ini.

“Kita bisa melihat sampai hari akses misalnya dari China memang masih terbuka, seharusnya pemerintah mengambil sikap tegas agar untuk sementara ditutup sampai kondisi dinyatakan sudah memungkinkan untuk kembali dibuka, ini langkah pas menurut kami dilakukan dalam mengurangi penyebaran virus ini,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui puluhan TKA asal China tiba di Bandar Udara HLO, Minggu (15/3/2020) kedatangan puluhan TKA itu kemudian menjadi viral setelah direkam oleh salah seorang warga.

Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam, mengatakan, puluhan TKA China yang tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu sudah mengantongi surat dari karantina kesehatan dan baru saja memperpanjang visa istimewa di kantor Dubes China yang ada di Jakarta.

Hal berbeda disampaikan oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sulawesi Tenggara, melalui Dr Saemu Alwi selaku Kepala Dinas. Ia mengungkapkan bahwa apabila TKA itu mengurus perpanjangan kerja harus melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja di Daerah, menurutnya tidak pernah keluarkan, serta pihaknya juga sudah melakukan pengecakan di Kementerian tapi data puluhan TKA itu tidak ada.

“Olehnya itu, kami meminta kepada pemerintah agar bersikap tegas dan terbuka mengenai¬†kondisi saat ini, apa lagi ada ketidakcocokan antara pernyataan pemerintah itu sendiri,” pinta aktivis asal kolaka ini.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *