Maraknya Spa Massage Diduga Ilegal, DPMPTSP Kendari : Kami Bakal Cek Langsung

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Kota Kendari merupakan kota yang cukup terkenal sebagai pusat bisnis mulai dari perhotelan, usaha rumah makan, dan jenis-jenis usaha lain yang salah satunya adalah sebagai dongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terlepas kasatmata sebuah kota yang maju ini, namun ironisnya masih banyak tempat usaha yang tak luput dari pengawasan aparatur setempat salah satunya adalah Spa dan Massage.

“Dibeberapa tempat, sejumlah Pelaku atau pemilik usaha Spa Massage di kota Kendari ini kuat diduga tidak mengantongi administrasi yang menjadi persyaratan dari perizinan (dpmptsp kota kendari),” ungkap sumber yang juga merupakan pengusaha Spa Massage yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa, (17/3/2020).

Dimana tempat-tempat usahanya kata sumber diantaranya adalah, Hotel CT, RC, BG, SBL, DMND, SJ, dan MLLY NN. “Kesemuanya ini diduga tidak memiliki surat keterangan usaha, dan SITU SIUP, dan ini tidak melakukan perpanjangan ijin dan ini merupakan tindakan ilegal,” terangnya.

Ditempat berbeda, sebelumnya didapatkan juga keluhan dari sejumlah pengusaha Spa Message yang ada di Kendari. Mereka mengeluh mengalami Kerugian, sebab pelanggan sudah jarang berkunjung ditempat usahanya (spa message) dikarenakan maraknya Spa-spa yang diduga legalitasnya belum bisa dipastikan Legal. Seperti yang diucapkan salah satu pengusaha Spa Massage senior di kota Kendari, yang ia tidak mau diberitakan namanya.

Selain itu, ia menyatakan juga bahwa selain banyaknya Spa-spa yang diduga ilegal tersebut, hal mendasar jarangnya ada tamu yang berkunjung faktor lainnya juga adalah jajakan layanan fia aplikasi M-CHAT dan BT.


“Aplikasi tersebut digunakan oleh oknum tertentu dengan Modus aplikasi obrolan pertemanan akan tetapi didalamnya mereka juga diduga membuka dan melayani Spa atau pijat refleksi yang belum ditau kepastian dari legalitas usahanya dan hal tersebut pengguna (oknum) tersebut banyak didapatkan dibeberapa tempat yakni hotel-hotel, penginapan, kos-kosan, hal tersebut telah merugikan kami sebagai pengelola atau pemilik usaha Spa Massage. sebut saja tempatnya, Hotel CT, AG, SBL, MLMN, DMND, SJ, Wisma MRDK, dan bisa dicoba menggunakan aplikasi tersebut,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Kendari, Satria Damayanti mengatakan, pihaknya bakal mengecek secara langsung Spa Massage yang diduga ilegal tersebut. Berdasarkan dengan apa yang sudah dikatakannya oleh sumber tersebut, tentunya kami akan menindak lanjuti, sebab meraka (pelaku spa massage yang diduga ilegal) dapat merugikan bagi pengusaha Spa Massage yang legal (resmi) sebab pihaknya telah membayar pajak.

“Jadi terkait aduan sumber tadi, tentunya kami pihak DPMPTSP kota akan tindak lanjuti bersama SKPD teknis Spa Massage. Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait yakni, dinas Pariwisata kota untuk bersama-sama melakukan pengecekan langsung terhadap izin Spa Massage tersebut. Secepatnya kami akan mengecek legalitas Spa-spa yang sudah disebutkan tadi. punya izin atau tidak,” ungkap satria saat ditemui diruang kerjanya.

Lebih lanjut Pimpinan DPMPTSP kota Kendari, ditanya seberapa banyak pengusaha Spa yang ada di Kota Kendari ini? pihaknya enggan memberikan keterangan jelas. Ia balik mengarahkan untuk bersurat terlebih dahulu untuk mendapatkan seberapa banyaknya Spa yang ada dikota Kendari ini.

Penulis: TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *