Badko HMI Sultra : Permintaan Copot Kapolda Sultra Sarat Kepentingan, Masyarakat Jangan Terprovokasi

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Setelah masuknya tenaga kerja asal Tiongkok sebanyak 49 di Bandara Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara, ramai diperbincangkan di Media Sosial (Medsos) permintaan dengan hastag copot Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra.

Hal itu dianggap sebagai respon masyarakat terhadap pernyataan Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam tentang warga negara asing asal negara Tiongkok tersebut yang dianggap tidak sesuai dengan fakta lapangan.

Ketua Umum (Ketum) Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sultra, Candra Arga, turut merespon hal tersebut, akan tetapi menurutnya hal itu tidak sepenuhnya kesalahan Kapolda Sultra, mengingat hasil konferensi pers yang menyatakan tentang kedatangan TKA tersebut dari Jakarta setelah memperpanjang visa berawal dari informasi otoritas bandara Haluoleo dan pihak PT VDNI.

“Ada pergeseran opini di publik, padahal konferensi pers Kapolda Sultra jelas menyebutkan bahwa informasi itu berawal dari otoritas Bandara Haluoleo dan pihak PT VDNI yang akan memperkerjakan mereka. Dan beliau kan sudah meminta maaf atas hal itu, saat ini seharusnya publik lebih berfokus pada kondisi Sultra hari ini ditengah merebahkannya Virus Corona (COVID-19) agar bagaimana bersama-sama kita mencegah penyebarannya,” ungkap Candra

Candra juga menyampaikan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berkembang hari ini, mengingat hal seperti itu bisa jadi dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk membuat gaduh dan meloloskan kepentingan mereka.

“Harapan kita tentunya agar masyarakat tidak mudah terprovokasi, dari awal sudah kondusif bahkan pelaku yang merekam kedatangan TKA tersebut tidak dilakukan penahan oleh pihak Polda. Hari ini muncul desakan untuk mencopot Kapolda Sultra, kita bisa melihat hal ini sudah sarat dengan kepentingan. Olehnya itu lupakan segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan, mari bersama-sama kita fokus untuk mencegah merebaknya Covid-19 saat ini, mengingat di Sultra sudah dinyatakan 3 pasien yang positif,” tambahnya

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *