Gila! Aktivitas Tambang Diduga Ilegal di Kolut, Gali Halaman SMAN 1 Batuh Putih

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, LASUSUA РKegilaan aktivitas tambang diduga Ilegal di Kolaka Utara (Kolut) khususnya di Kecamatan Batu Putih, seperti kemasukan setan. Pasalnya salah satu penambang lokal yakni, PT Kasmar Tiar Raya (KTR) melakukan aktivitas penggalian tanah ore nikel dihalaman Sekolah Menengah Atas  (SMA) Negeri 1 Batu Putih yang berada di Desa Mekuasseng.

Kegilaan penambangan diduga ilegal tersebut, sepertinya mendapat dukungan dari aparat penegak hukum, Dinas ESDM yang memiliki kewenangan dalam sektor pertambangan seakan tidak bernyali untuk menindaki para pelaku tambang ilegal ini


PT KTR ini merupakan pemilik IUP yang paling bertanggungjawab atas maraknya aktivitas kejahatan disektor pertambangan. Pasalnya dokumen PT KTR lah yang dipakai para pelaku tambang yang diduga ilegal ini untuk melakukan penjualan tanah ore ilegal. Kendati tersebut diungkapkan oleh Ketua Pergerakan Pemuda Mahasiswa Kolaka Raya, Nur Alim, Selasa, (24/3/2020).

Menurut Alim nama sapaan akrabnya, sangat menyayangkan adanya aktifitas penambangan yang dilakukan di halaman sekolah SMAN 1 Batu Putih. “Kami sangat menyayangkan adanya aktifitas penambangan yang dilakukan diruang lingkup sekolah, apalagi persoalan penambangan diduga ilegal di Kolut ini sudah kami laporkan di Polda Sultra, akan tetapi nampaknya memang ada Konsfirasi besar-besaran yang terjadi antara aparat penegak hukum dan pelaku tambang ilegal,karna hingga saat ini laporan kami tak kunjung ada tindak lanjutnya,” ungkap Nur Alim

Lanjut Nur Alim, Insya allah dalam waktu dekat kami akan kembali melakukan aksi unjuk rasa di Sultra terkait aktifitas penambangan ilegal ini dan sekaligus melaporkan penambangan yang terjadi di ruang lingkup sekolah kepada Dinas Pendidikan Provinsi dan Gubernur Sultra.

Ditempat berbeda Kepala Desa (Kades) Mekuasseng sekaligus ketua komite Sekolah, Dhajar mengatakan pengalian tanah ore dihalaman SMAN 1 Batu Putih telah dirapatkan dengan pihak sekolah dan mendapat persetujuan juga dari para orang tua siswa.

“Ia saya ini ketua komite sekolah. Pengalian tanah ore itu telah mendapat persetujuan dengan pihak sekolah dan komite,” jelas Dadjar kepada Sentralsultra.id

Laporan: TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *