Kebijakan Kuliah Online, BEM UMK Minta Kampus Beri Kuota Internet Gratis

  • Whatsapp

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), La Syukran.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), La Syukran meminta kepada pihak Kampus UMK agar sekiranya memikirkan solusi bagi Mahasiswa yang hari ini dihadapkan dengan kuliah Online, dengan cara memberikan kuota internet gratis kepada Mahasiswa.

Manajemen Kampus harus ambil sikap agar memberikan kebijakan pelayanan kuota internet secara gratis kepada seluruh Mahasiswa UMK. “Hari ini, Kampus sudah mengeluarkan kebijakan kuliah online, tentunya harus ada dong, layanan kouta internet kepada mahasiswanya,” ungkap La Syukran kepada Sentralsultra.id, Selasa, (31/3/2020).

“Dimana bantuan kuota internet gratis tersebut untuk memudahkan mahasiswa ditengah kebijakan kuliah online akibat mewabahnya Corona Virus (COVID-19). Hal ini penting dilakukan karena tidak semua mahasiswa memiliki kuota yang cukup,” lanjutnya.

Perlu diketahui bahwa, kita melihat dari sisi efektivitas kuliah online ini banyak mahasiswa yang mengeluh, bahkan dianggap sebagai mimpi buruk yang paling mendasar diantara banyaknya keluhan. Ditambah lagi dengan mewabahnya Civid-19 ini sehingga mahasiswa menjadi kelompok yang di satu sisi harus memikirkan kewajibannya sebagai seorang akedemisi dan di sisi lain harus memenuhi tuntutan hidup sehat dengan makan-makanan bergizi yang menguras isi dompet. Kini dibebankan juga dengan membeli kuota internet untuk kuliah online, sehingga menambah beban Mahasiswa.

“Jadi keluhan Mahasiswa yang paling mendasar adalah kuota internet ini, yang sebagai mana, bahwasannya kuota internet inilah sebagai kebutuhan mutlak selain Hand Phone (HP) android untuk melaksanakan kuliah online ini,” jelasnya.

Lanjut La Syukran menjelaskan, pada dasarnya Musibah hari ini memang bukan keinginan kita bersama, akan tetapi kita harus kembali memikirkan mahasiswa yang ekonominya rendah. “Maka dari itu mestinya pihak kampus memikirkan hal ini. Dimana uang dipakai untuk keperluan lain, akan tetapi harus disisipkan dulu untuk kebutuhan kuota internet. Harusnya (SPP) dijadikan kuota internet. Itu juga untuk kebutuhan perkuliahan mahasiswa, bukan untuk kepentingan pribadi siapapun,” beber La Syukran.

Masih dia (Syukran) menekankan kepada pihak Kampus apabila keluhan tidak secepatnya ditindak lanjuti oleh Pimpinan UMK, maka Mahasiswa akan mogok kuliah online dan mendesak agar SPP-nya dapat dikembalikan.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *