Manfaatkan Kondisi COVID-19, Polda Sultra dan ESDM Diminta Tegasi Oknum Penambang Ilegal di Kolut

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Aktivitas Pertambangan diduga Ilegal di Batuputih, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) semakin meresahkan warga setempat, pasalnya pertambangan Ilegal tersebut kini masuk menggarap kedalam wilayah pekarangan sekolah yakni SMA Negeri 1 Batuputih.

Melihat hal tersebut tentunya banyak kalangan yang menyoroti aktifitas pertambangan ilegal tersebut, salah satunya adalah Jaringan Advokasi dan Pemerhati Hukum (JAPEMKUM). Koordinator JAPEMKUM wilayah Sultra, Munawir mengatakan, ada upaya para penambang memanfaatkan kondisi saat ini, dimana semua kalangan fokus pada pencegahan penyebaran wabah Corona Virus (COVID-19) tapi oknum penambang tersebut melakukan kejahatan dengan menggarap wilayah sekolah.


“Kita sangat menyayangkan para oknum penambang ilegal ini, yang pertama aktifitas ilegal mereka telah masuk pada wilayah sekolah dan yang kedua memanfaatkan kondisi dimana semua kalangan fokus pada isu pencegahan penyebaran wabah virus Corona, ini mereka melakukan kejahatan yang luar biasa,” ungkap Munawir.

Lebih lanjut Munawir menegaskan aparat kepolisian harus menindak tegas para pelaku pertambangan Ilegal ini, jangan ada kesan pembiayaran sehingga para pelaku sampai hari ini masih melanjutkan aktifitas Ilegalnya

“Kepolisian harus tegas, Kapolda Sultra, Kapolres Kolaka Utara harus mengambil sikap tegas untuk menindak para pelaku kejahatan pertambangan ini, jangan ada kesan membiarkan karena sampai hari ini tidak ada upaya dari kepolisian untuk memberikan efek jerah kepada para penambang ilegal ini,” tegas Munawir

Tidak sampai disitu, Korwil Sultra JAPEMKUM ini juga meminta kepada Dinas ESDM Provinsi Sultra untuk segera memberi sanksi sebagai mana tupoksinya kepada pihak perusahaan yakni PT Kasmar Tiar Raya (KTR), karena menurutnya dokumen yang digunakan para penambang adalah milik PT KTR.

“Pemerintah Provinsi Sultra melalui dinas ESDM harus memberikan sanksi tegas kepada PT KTR, sebab para penambang ini menggunakan dokumen miliknya untuk melakukan kejahatan pertambangan ilegal, kami tantang ESDM jika benar berpihak kepada rakyat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertambamgan maka cabut IUP PT KTR ini, harus tegas ESDM jangan tutup mata” tutup Munawir

Info terakhir bahwa sebagian Kargo yang digali di SMA tersebut sudah ada di stock File Jetty milik PT KTR.

Laporan: Edi Fiat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *