Perhatikan Mahasiswa Terdampak Covid-19, Camat Kambu : Bisa Dapat Bantuan Berbekal Surat Domisili

  • Whatsapp

Camat Kambu, Aldakesutan Lapae

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Wabah Virus Corona (Covid-19) tidak hanya berdampak kesehatan namun juga dari sisi ekonomi. Dampak ekonomi dari wabah ini sangat terasa dan memaksa warga untuk tinggal di rumah serta menghindari perkumpulan orang banyak. Tidak terkecuali diwilayah Kampus Baru, Universitas Halu Oleo (UHO), Kota Kendari provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), aktifitas perkuliahan diliburkan, banyak mahasiswa yang memilih pulang kampung walau telah dihimbau untuk bertahan karena mudik dapat menjadi sebab mewabahnya penyakit ini, namun banyak pula dari mereka juga memilih bertahan di kost-kostsan. Namun kendala yang dihadapi saat ini adalah banyak dari para mahasiswa yang belum mendapatkan bantuan berupa sembako dari pemerintah.

Camat Kambu, Aldakesutan Lapae yang dikonfirmasi wartawan media ini, Selasa, (14/4/2020) mengatakan, bantuan kepada masyarakat tidak dibatasi jumlahnya, sehingga mahasiswa yang berdomisili di Kecamatan Kambu dapat menerima bantuan tersebut. Koordinasi dengan petugas RW guna melakukan pendataan dengan menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) dapat membantu mendapatkan bantuan tersebut.

“Ada bantuan dari provinsi, dan kota, bantuan tersebut tidak dibatasi jumlahnya, yang penting petugas RW melakukan pendataan yang sebenar-benarnya,” paparnya.

Aldakesutan Lapae menegaskan, para Lurah di Kecamatan Kambu, bisa memberikan alternatif kepada mahasiswa dengan memberikan kartu domisili kepada mahasiswa yang terdampak Covid-19.

Pemberian kartu domisili itu bersyarat, sehingga jika mereka dalam mengurus sesuatu bisa menggunakan surat tersebut. Pasalnya, mahasiswa yang terdampak biasanya tidak memiliki dokumen kependudukan di Kota Kendari, sehingga surat domisili dapat menjadi alternatif bagi mereka.

“Saya pernah bilang tolonglah para Lurah bagaimana cara kalian untuk ikut berpikir dengan adik-adik mahasiswa, bagaimana mereka diberikan kartu domisili. Mahasiswa kan merasakan dampaknya juga, mau pulang tidak bisa. Mereka kan ada yang dari luar daerah bahkan dari Indonesia bagian timur pun ada,” ungkapnya.

Meskipun demikian, pemberian bantuan kepada masyarakat nantinya tergantung kepada Pemerintah Provinsi Sultra karena mereka yang melakukan seleksi. Kecamatan dan Kelurahan hanya memberikan data dan masukan.

“Kami pemerintah kelurahan dan kecamatan hanya sebatas memberikan data dan masukan, namun yang melakuk√†n seleksi adalah provinsi. Itu kalau bantuan dari provinsi, tapi kami dari Pemerintah Kota Kendari sementara dalam proses, himbauan pak Walikota, semua masyarakat yang terdampak bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Sebelumnya, sekitar 40 paket di masing-masing kelurahan telah disalurkan. Di Kecamatan Kambu terdapat empat kelurahan yakni Kelurahan Kambu, Mokoau, Padaleu dan Lalolara, sehingga total yang tersalurkan sebanyak 160 (seratus enam puluh) paket sembako.

“Memang 40 (empat puluh) paket itu masih kurang dan pak Wali Kota mengatakan agar kecamatan, kelurahan RT dan RW agar bersabar, karena untuk mengumpulkan paket itu tidak mudah, harus dimasukan dalam kantong dan lain-lain,” tutupnya.

Bantuan sembako gratis tersebut, berupa beras 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir, terigu, mie instan dan telur.

 

Laporan: Naja/Fiat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *