Aksi Heroik Warga Desa Tanjung Pinang Mubar Gagalkan Pencurian Sapi

  • Whatsapp

Ketgam: Kedua pelaku terduga pencuri sapi diapit kiri kanan oleh pihak Polsek Kusambi. paling kanan Kanit reskrim Polsek Kusambi, Aipda La Mponi, dan ujung kiri salah satu anggota Polsek Kusambi. Foto: Istimewa.

 

SENTRALSULTRA.ID, LAWORO – Sore itu sala satu warga Desa Tanjung Pinang, Lasadaki punya firasat kurang baik. Setelah selesai salat ashar dirinya punya firasat lagi mata batinya akan terjadi pencurian sapi di kampungnya. Dalam penerawangnya bahwa sapi telah diikat kemudian La Sadaki memberitahu istrinya untuk menyelidiki apa yang ada dalam mata batinya.

 

Menurutnya, selesai salat magrib ada lgi bisikan bahwa betul akan terjadi pencurian sehingga dia memberitahu istrinya bahwa akan terjadi pencurian Sapi ini malam. “Saya harus turun ini malam kalau saya tidak lakukan ini untuk menghentikan pencurian sapi maka saya akan berdosa,” ungkapnya.

 

Sambil memikirkan bagaimana caranya untuk melakukan penangkapan ini Sadaki duduk cantik di Kursi Rumanya sambil menunggu waktu shalat isya. Selesai Isya dia sedikit berbaring namun malam itu dia tidak bisa memejamkan matanya. Kemudian sontak dia bangun dari pembaringanya dan memberitahu istrinya bahwa dia akan mengecek kebenaran mata bathinya tentang pencurian sapi itu. Kemudian dia menyuruh istrinya untuk mengunci Rumah karna Sadaki ini akan mengkroscek kebenaran firastnya itu. Maka dia mulai bergegas turun dari Rumah dengan memakai sarung dan baju dan jacket bermodalkan senter hp mulai kebelakang Rumanya menyusuri jalan saat itu hujan rintik-rintik mata bathinya berkata lagi bahwa pasti kejadianya dikebunya jatinya Latava.

Ketgam: Sosok Lasadaki yang berhasil menggagalkan pencurian sapi. Foto: Istimewa.

 

Memang betul setelah dia tiba dilokasih sekitar pukul 21:00 Wita, Sadaki ini melihat Mobil Avanza telah terpakir di TKP dia mulai bersembunyi untuk menghilangkan jejak agar tidak dicurigai Mobil ini dengan plat nomor DT 1942, Sadaki tau bahwa mobil ini milik S (42) yang beralamat satu Kampung dengan Sadaki. Dalam pantaunya memang betul sapi telah diikat ke empat kakinya dan mereka bekerja dengan memakai senter HP mereka S dan Laode AS (39) namun malam itu mereka kena sial karena Sadaki mulai keluar dari pantauanya dan menggertak mereka sontak pencuri sapi ini lari berhamburan tak tentu arah. “Hey kalian bikin apa disini kata Sadaki saat menggertak mereka,” ungkapnya lagi. Namun pelaku S ini kembali ke mobil dengan perlahan lahan tanpa sepengatahuan Sadaki langsung naik di Mobil dan Kabur. Sedangkan Laode AS melarikan diri dan bersembunyi dan motornya ditinggalkan. Sapi saat itu masih terikat ke empat kakinya.

 

Selanjutnya Sadaki berinisiatif untuk menunggu pelaku yang satunya, namun sudah 2 jam tidak muncul-muncul namun Sadaki sudah terlebih dahulu memvideo sebagai bukti untuk melaporkan kepada pihak berwajib. Kemudian Sadaki ini membawah pulang motor pelaku dan menyimpanya di belakang Rumanya. Sadaki pulang di rumanya sekitar pukul 23:00 wita. Namun alangkah kagetnya pelaku sudah berada di rumah Sadaki dan menanyakan Motornya. pelaku beralasan motornya dipinjam kawan duduk minum dan mencari Kapelango (cubit-cubitan saat Miras) di Tanjung pinang. Sadaki bilang ini bukan Tanjung Pinang tapi Rogo kamu alasan mati jelas-jelas kamu ini pencuri sapi kan,” tanya Sadaki kepada terduga Pencuri Sapi.

Ketgam: Salah satu pelaku terduga pencuri Sapi, Laode AS saat berada di sel tahanan Polsek Kusambi.

 

Karena terus beradu argumen antara Laode AS dengan Sadaki, Sadaki langsung menelepon Kepala Desa Tanjung Pinang dan meminta kepada Kades untuk mengajak beberapa warga dengan cepat warga datang langsung mencecar pertanyaan kepada Laode AS dan kecurigaan warga semakin kuat dengan beberapa alasan seperti, baju pelaku yang bau Sapi dan disenternya disitu ada bulu-bulu sapi yang menempel dibaju pelaku. Maka kemarahan warga sontak dan memukul pelaku dan langsung di ikat dan kebetulan Mobil Polsek Kusambi meluncur di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pelaku langsung dibawah pihak Polsek. Ditengah perjalanan pelaku tidak mau mengakui perbuatanya nanti setelah ditanya dengan Kapolsek Kusambi Ipda Abdul Hasan baru mengaku bahwa dia di suruh oleh rekannya tadi S. Begitulah aksi heroik Lasadaki dalam menyelamatkan sapi warga yang sudah sering kecurian.

 

Dengan kejadian tersebut, banyak apresiasi yang diberikan kepada Sadaki, bukan hanya dikampunya sendiri tetapi Desa-desa yang ada di Kecamatan Kusambi dan Napano Kusambi.

 

Dikesempatan yang berbeda, Kapolsek Kusambi, Ipda Abdul Hasan membenarkan kejadian ini. Sementara Pelaku pencurian Sapi inisial S dijerat hukuman dengan pasal 363 ayat 1 ke 1e dan 4e KUHP junto pasal 53 ayat 1 Kuhp dengan ancaman 7 tahun penjara. “Saat ini kedua pelaku pencuri sapi tersebut ditahan di Polsek Kusambi bersama barang bukti satu unit mobil Avanza,” terang Kapolsek.

 

Laporan: Hirzan/Fiat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *