Nur Alim : PT Amin Kembali Berulah Meski Berulang Kali Dilaporkan Atas Dugaan Menambang Diluar Titik Koordinat

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI РMeskipun berulang kali dilaporkan di Mapolda Sultra melalui Derektorak Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) mengenai dugaan kegiatan penambangan diluar titik koordinat yakni, PT Alam Mitra Indah Nugraha (AMIN) seperti tidak tersentuh hukum alias kebal hukum. Bahkan ditengah merebaknya pendemi Virus Corona atau Covid-19 perusahaan yang memiliki wilayah ijin usaha pertambangan  (IUP) dengan nomor 540/331/2014 di Desa Patikala, Kecamatan Tolala, Kolaka Utara (Kolut) kembali ketahuan melakukan kegiatan penambangan dan pemuatan ore di Kecamatan Batu Putih. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Pergerakan Pemuda Mahasiswa Kolaka Raya, Nur Alim, Selasa (21/4/2020).

 

Alim, nama sapaaan akrabnya mengatakan, pada tahun 2019 lalu, ada dua IUP yang telah dilaporkan yakni PT AMIN dan PT Kurnia Mining Resouces atas dugaan sejumlah penambangan ilegal.

“Negara ini seperti milik para pengusaha yang memiliki dana besar. Pasalnya meskipun kedua perusahan ini telah diketahui melakukan kejahatan disektor pertambangan, namun tidak pernah diberikan sangsi,” ungkap Alim

Menurut Alim, kembalinya PT AMIN berulah melakukan kegiatan pemuatan ore diluar titik koordinat tepatnya di Jetty Ex PT Masalle di Kecamatan Batu Putih. Kegatan ilegal ini diketahui Dinas ESDM atau jajaran Polda Sultra namun tidak ada tindakan apapun.

“Hukum dimana, aneh dengan bebas PT AMIN kembali melakukan kegiatan ilegal mining meskipun sudah sering dilaporkan, tapi tak kunjung ditindaki. Sekarang itu ada 5 lagi Tongkang Didatangkan PT Amin Untuk Melakukan pengapalan secara ilegal ” ujar¬† mahasiswa USN.

Nur Alim menambahkan pihaknya akan kembali membuat laporan terhadap PT AMIN dan PT Raidili Pratama yang melakukan pemuatan ore di jety yang sama.

“Ada kejahatan besar yang kompak dilakukan para penegak hukum, Dinas ESDM, Syahabandar dan instansi lainya. Tidak ada lagi kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum dari sektor pertambangan,” jelas Alim.

Sementara itu pihak awak media mencoba mengkonfirmasi melalui pesan Watshapnya kepada pihak Polda Sultra (Krimsus), hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan terkait tuntutan dari pelapor yakni, Nur Alim.

 

Laporan: TIM/Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *