Badko HMI Sultra : Jangan Masyarakat Dirumahkan Tapi 500 TKA Didatangkan, Ini Kebijakan Kebablasan

  • Whatsapp

Ketua umum Badko HMI Sultra, Candra Arga.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Rencana kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) sebanyak 500 (lima ratus) asal China yang akan bekerja diperusahaan pemurnian nikel (Smelter) mendapat sorotan dari berbagai pihak. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melalui Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) Sulawesi Tenggara (Sultra) juga angkat bicara terhadap rencana kedatangan TKA tersebut.

Candra Arga, selaku Ketua Umum Badko HMI Sultra, menegaskan mereka menolak rencana kedatangan 500 TKA asal Tiongkok tersebut dimana hal itu dianggap tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah ditengah pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19).

“Masyarakat diminta untuk tetap dirumah, bahkan sebagian daerah sudah diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tapi TKA asal Tiongkok dengan jumlah yang begitu besar yakni 500 orang dibolehkan untuk tetap berdatangan, bukannya ini kebablasan” Tegas Candra, Kamis (30/4/2020)

Tidak hanya itu, Candra juga mengatakan jika rencana itu tidak dibatalkan akan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dianggap kebablasan.

“Menteri Perhubungan (Mengubah) telah mengeluarkan pelarangan sejak 2 Februari lalu. Semua orang yang pernah transit di Tiongkok tidak dibolehkan masuk ke Indonesia, tapi kenapa ada rencana memasukkan TKA sebanyak 500 lagi, yang 49 saja waktu itu sudah membuat gaduh. Kalau rencana ini tidak dibatalkan kami pastikan akan melakukan aksi unjuk rasa” tegas Candra

Dimana sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama DPRD sepakat menolak rencana kedatangan 500 TKA) asal China.

“Meskipun rencana kedatangan TKA tersebut merupakan kebijakan pemerintah pusat dan sudah melalui mekanisme protokol Covi-19, namun suasana kebatinan masyarakat di daerah belum ingin menerima kedatangan TKA,” kata Candra kepada Sentralsultra.id.

 

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *