May Day, HMI Cabang Kendari Tolak RUU Omnibus Law

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Peringatan hari buruh nasional yang setiap tahunnya di peringati setiap tanggal 1 Mei 2020, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kendari menolak dengan tegas Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law.

Menurut Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Ujang, Omnibus Law dinilai tidak pro terhadap rakyat ditengah pandemi Corona Virus (Covid-19). Saat ini, segala aktivitas terbatas walaupun aksi demontrasi adalah hak konstitusional masyarakat Indonesia namun dalam suasana seperti ini ada kekhawatiran terhadap implikasi penyebaran corona virus dengan tagar Stay At Home and Social distancing merupakan cara yang tepat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dalam situasi ini, jangan kita kehabisan akal untuk menyuarakan suara-suara rakyat apalagi ini soal harkat martabat pekerja buruh yang harus mendapatkan perhatian dan jaminan dari perusahaan,” katanya.

Oleh karena itu, HMI Cabang Kendari, Ujang Hermawan menyarankan kepada Pemprov dan DPRD Sultra agar membuka ruang diskusi terhadap pekerja buruh.

Ia juga menambahkan, May Day momentum sangat tepat untuk pekerja buruh, serikat buruh, dan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan dalam menyampaikan segala keluh kesah dan aspirasi kepada pemerintah pusat maupun daerah, apalagi dengan adanya fenomena RUU Omnibus Law yang menimbulkan kalangan akademisi, pakar hukum, aktivis, milenial, serta serikat buruh yang menilai usulan draft Omnibus Law Cipta Kerja yang mencakup 11 kluster bersamaan dengan OMnibus law perpajakan, sangat merugikan kalangan buruh dan pekerja.

Melalui kesempatan ini, pihaknya menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran dan imbaun dari pemerintah, tentang social distancyng dan jaga jarak serta pakai masker. “Ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutup Ujang Hermawan.

 

Laporan: Ningsih/Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *