Usai Masa Karantina, Aisyah Berterimah Kasih ke Gugus Tugas Covid-19 PKM Guali

  • Whatsapp

Ketgam: Siti Aisyah, Santriwati dari Pondok Pesantren Karas Magetan, Jawa Timur saat menjalani karantina mandiri di salah satu rumah keluarganya yang tidak dihuni. Foto: Hirzan.

 

SENTRALSULTRA.ID, LAWORO – Empat belas hari di karantina, sala satu Santriwati asal Desa Kasakamu, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) yang mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Karas Magetan, Jawa Timur ini, selesai menjalani karantina mandiri di sala satu rumah keluarganya yang tidak dihuni.

Dalam masa karantina ini, Santriwati asal Desa Kasakamu tersebut bernama Siti Aisyah yang menjalani karantina selama 14 (empat belas) hari. Saat dikonfirmasi Sentralsultra.id perihal suka duka selama karantina, Aisyah mengatakan sangat berterimakasih kepada gugus tugas Covid-19 Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Guali yang rutin mengecek perkembangan kesehatanya, Kamis, (30/4/2020).

Ketgam: Siti Aisyah saat berkumpul bersama keluarga setelah menjalani masa karantina selama empat belas hari. Foto: Hirzan.

“Saya sangat bersyukur sekali ini hari, saya sudah melewati karantina ini selama 14 hari, dan saya juga berterimah kasih kepada tim medis yang memantau perkembangan saya. Dan alhamdulilah saya sampai hari ini dalam keadaan sehat walafiat,” ucapnya.

Kata dia, suka dukanya menjalani masa-masa karantina, saat dimana dirinya tidak bisa berkomunikasi dengan bebas bersama orang tua dan suda sukarnya tidak bisa berkontaminasih langsug tidur pun harus sendiri namun menurutnya semua ini demi kebaikan semua orang dan Kampung.

“Betul sekali bahwa karantina ini sudah himbauan dari pimpinan kami di pesantren untuk karantina mandiri. Dan ini harus di ikuti oleh siapa pun yang memang mereka dari daerah yang sudah dinyatakan Zona merah. Makanya saya mengikuti dari pada himbauan pemerintah dan maklumat Kapolri,” ungkapnya lagi.

Aisyah panggilan akrabnya mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi aturan pemerintah.

“Mari kita patuhi ini dengan selalu menjaga jarak tidak kumpul-kumpul selalu cuci tangan dan kalau keluar rumah harus memakai Masker, dan jangan lupa berdoa kepada Allah agar pandemik ini cepat diangkat dari muka bumi ini,” pungkasnya.

Laporan: Hirzan/Fiat
Editor: Ningsih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *