Dump Truck Diduga Over Tonase Lalu-lalang Distatus Jalan Kota dan Nasional, Bakin Sultra : Pemerintah Jangan Diam?

  • Whatsapp

Ketgam: Ketua Bakin Sultra, La Munduru dan Kadis Perhubungan Kota Kendari, Muh. Ali Aksa, Foto: Istimewa.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Saat ini banyak kendaraan dump truck yang lalu-lalang di Kota Kendari yang memuat batu suplit dan batu gelondongan dengan melebihi kapasitas muatan. Batu suplit dan gelondongan tersebut dari Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), dan akan dibawa disalah satu perusahaan smelter yang ada di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sutra).

Pengakuan salah satu supir dump truk yang tidak mau disebut namanya, mengatakan, kami muat batu suplit ini secara rombongan, yakni, sekitar lebih 100 (seratus) unit dump truck. Yang selanjutnya batu suplit tersebut akan dibawa di perusahaan smelter yang ada di Konawe.


Pengakuan sopir tersebut, bahwa dengan kapasitas muatan material yang ia bawa sekitar 10 ton lebih. “Material Batu suplit yang kami muat ini pak, sekitar 10 ton lebih,” ungkap salah satu sopir mobil dump truck belum lama ini, usai mengisi BBM di SPBU yang ada di Kota Kendari.

Sementara itu, Ketua umum Barisan Aktivis Keadilan (Bakin) Sulawesi Tenggara (Sutra), La Munduru, mengatakan selama ini kinerja dari pemerintah (bagian berwenang) apa. “Pemerintah jangan diam dengan kondisi seperti ini. Ini tidak bisa tinggal diam, ini harus disikapi. Sebab kendaraan yang lalu-lalang di Kota Kendari dengan kapasitas lebih, dapat membahayakan pengguna jalan lainnya. Tidak habis pikir, bagaimana kira-kira, kalau batu gelondongan tersebut tiba-tiba jatuh, kemudian ada pengendara dibelakang kira-kira bagaimana. Semoga ini tidak terjadi, akan tetapi alangkah baiknya kita mencegah sebelum terjadi,” ungkap La Munduru.

Lanjut La Munduru, kami melihat dilapangan mobil dump truck tersebut sudah melebihi kapasitas muatan. Seharusnya spek kapasitas mobil hanya 8 ton realita dilapangan mencapai 10 ton bahkan lebih dari 11 ton.

“Ini harusnya pemerintah Kementerian Perhubungan Darat, dan Pemeritah Daerah dengan tegas menindak para pengusaha pemuatan batu suplit, dan batu gelondongan yang memakai jalan negara yang tidak mematuhi persyaratan administrasi pada umumnya,” papar ketua Bakin Sultra.


Dengan beroperasinya para mobil dump truck tersebut sejumlah media mendatangi Kantor Dinas Perhubungan Kota Kendari, guna menginformasikan terkait kendaraan yang memuat batu suplit dan batu gelondongan yang diduga over tonase yang lalu-lalang di dalam kota Kendari.

Kadis Perhubungan Kota Kendari, Muh. Ali Aksa, mengatakan, kalau dia over tonase (kelebihan muatan), dinas perhubungan kota tidak ada kewenagan untuk mengetahui ovor tonasenya, yang mengetahui itu kementerian perhubungan darat.

“Kita juga sudah menegurnya akan tetapi untuk mengetahui over kapasitas, apa dasarnya, kami belum memiliki alat timbang dan kami tidak ada kewenagan untuk menahan kendaraan tersebut, untuk mengetahui tonasenya itu kewenangan balai transportasi darat, balai jalanlah yang punya ling sektor yang menentukan berat ringannya suatu muatan,” ungkap Ali Aksa, baru-baru ini.

Mengingatkan, kami sudah lakukan tindakan juga, seperti admistrasi tapi kami tindakan untuk memberhentikan itu hak kementerian perhubungan darat, bukan bagian dari kami, kami hanya terkait uji kelayakan kendaraan, bagaimana lampu jalanya, remnya layak atau tidak, itu yang kami periksa. “Jadi, kalau untuk menahan kendaraan, kami tidak bisa. Kami tidak ada gawean untuk menahan, kewenagan itu pihak kepolisian dan kementrian perhubungan darat, yang bisa menahan,” jelas Ali Aksa.

 

Laporan: Redaksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *