May Day, Ini Pernyataan GMNI Kendari Ditengah Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

Ketua DPC GMNI Kendari, Abdul Wahab.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Tepat 1 Mei 2020 jutaan buruh/pekerja memperingati Hari Buruh Internasional atau lebih dikenal May Day. May Day merupakan momentum para buruh menyampaikan sejumlah masalah yang dihadapi di tengah masa pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang terjadi secara global.

Masalah pertama, buruh tetap harus bekerja dalam ancaman tertular atau menularkan Covid-19. Cara kerjanya, berdasarkan dalam jumlah ratusan atau ribuan hanya dengan alat pelindung diri seadanya, situasi ini menjadikan posisi buruh sangat rentan terkena penyakit atau Covid-19. Masalah kedua, buruh perempuan mengalami dilema karena harus bekerja di pabrik tapi juga harus menjadi pendamping atau guru bagi anak-anaknya yang mengikuti sekolah secara online di rumah. Ketiga, sebagian dari Buruh sudah dirumahkan tanpa diberi upah penuh dan di-PHK sepihak tanpa alasan yang jelas.

Kinerja Pengawasan Ketenagakerjaan sangat lambat dan nyaris tidak perduli, pemutusan kerja tersebut dinilai berdampak terhadap keberlangsungan hidup buruh dan keluarga. Di sisi lain, distribusi sembako pemerintah banyak tidak sampai ke tangan buruh, masalah keempat berkaitan dengan ekonomi yang merosot. Sementara oleh pemerintah dihimbau untuk tidak pulang kampung dan tetap berada pada rumah kost atau rumah, tapi keberadaan Buruh tidak mendapat perlindungan yang baik, Dalam situasi ketidakpastian dan keterancaman ini, buruh merasa semakin diabaikan.

Berdasarkan hal tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari dalam memperingati hari Buruh Internasional, pihaknya memaknai semangat perjuangan dalam melawan kolonialisme dengan terlibat dan mempelopori perjuangan pembebasan para Buruh Indonesia.

“DPC GMNI Kendari menuntut pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja dihentikan. DPC GMNI Kendari menekankan kepada Pemerintah untuk fokus menangani pandemi. Selain itu, Kami meminta Kepada pemerintah pusat agar memastikan sembako dan fasilitas kesehatan seperti masker, handsanitizer, vitamin didistribusikan kepada seluruh warga tanpa membedakan penduduk asli atau pendatang. Selanjutnya, hentikan PHK dan pemotongan upah pekerja dalam situasi Covid-19. Agar Buruh diberi kemudahan untuk melakukan sosial distancing dalam PSBB tanpa diskriminasi dengan memberikan jaminan upah penuh,” tegas Ketua DPC GMNI Kendari, Abdul Wahab.

Lanjut Abdul Wahab, meminta maksimalkan kinerja pengawas ketenagakerjaan atas situasi perburuhan saat ini, untuk memastikan hak pekerja didapat, di saat buruh dirumahkan atau dikurangi jam kerjanya.

“Selamat hari buruh, semangat kerja Buruh adalah Semangat Pembangunan Indonesia,” pungkas.

 

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *