Bareskrim Diminta oleh Kornas Jokowi Serius Tangani Kasus Tambang atau Angkat Kaki Dari Sultra

  • Whatsapp

Foto: Ist.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Kasus pelanggaran hukum di industri pertambangan di Sulawesi Tenggara (Sultra) bukan lagi hal baru, namun akhir-akhir ini semakin sering di temui dan tidak main-main kasus-kasus tersebut langsung di tangani oleh tim investigasi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Polri.

Terakhir ini adalah kasus ilegal mining yang dilakukan oleh PT Bososi Pratama dan 7 (tujuh) Perusahaan lainnya yang telah dilakukan police line (garis polisi) beberapa waktu lalu. Hai ini mendapatkan sorotan tajam dari berbagai elemen organisasi maupun masyarakat. Terbaru datang dari Ketua DPP Kornas Jokowi, Muh. Agus Safar.

Menurutnya, Bareskrim Polri harus tegas dalam menegakkan hukum kepada perusahaan tambang yang melakukan ilegal mining.

“Hanya saja kalau sudah menyangkut bisnis pertambangan, kegarangan Bareskrim Mabes Polri tidak berlaku di Sultra” ujarnya, kepada awak media, Kamis (14/5/2020).

Pernyataan itu didasari beberapa kasus sebelumnya yang di tangani langsung pula oleh mabes polri terkesan menguap tanpa tersangka. Sebut saja kasus salah satunya PT OSS, dimana Bareskrim juga menyita ratusan alat berat perusahaan. ” Sekarang begaimana itu kasus? Dimana barang bukti kejahatan itu di amankan? Berhentikah operasinya? Bareskrim terkesan mandul” Agus menambahkan.

Keberadaan Tim bareskrim di Sultra selama hampir satu bulan dalam urusan ilegal mining di Konut juga belum menampakkan titik terang, bahkan pekan lalu diwartakan bahwa Direktur PT Bososi bersama Tim Mabes Polri menumpangi Jet Pribadi ke Bumi Anoa.

“Olehnya itu kami relawan Jokowi yang tergabung di Kornas meminta Bareskrim bekerja dengan deadline dan terukur, jika tidak silahkan angkat kaki dan kembali ke jakarta,” tutupnya.

 

Laporan: Redaksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *