Pemindahan Pegawai Lingkup Bapenda Sultra Dipertanyakan

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menuai sorotan. Kali ini terkait pemindahan atau penyegaran Aparat Sipil Negara (ASN) di instansi tersebut.

Salah seorang masyarakat yang tidak mau disebut namanya, mempertanyakan aturan terkait Pemindahan atau Penyegaran di lingkup Bapenda Sultra yang dinilai tidak transparan. Pasalnya, sejumlah staf di Badan tersebut, tiba-tiba saja dirotasi tanpa sepengetahuan gubernur maupun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra.

“Kenapa mereka tiba-tiba dirotasi ada apa. Apakah itu ada aturannya,” ungkap sumber tersebut.

Setelah mendapat informasi tersebut wartawan lalu mengkonfirmasi persoalan itu ke Kepala Bapenda Sultra, Yusuf Mundu. Rabu, (20/5/2020).

Yusuf Mundu mengatakan, dalam aturan di badan yang dipimpinnya, kinerja para staf senantiasa dilakukan peniliaian.

“Karena staf itu di gaji, Bapenda memiliki UPTD Samsat yang tersebar di daerah se- Sultra, sehingga pekerjaan itu tidak tertumpuk disini,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak benar jika Bapenda Sultra ada mutasi, melainkan pemindahan atau penyegaran. Yang memiliki wewenang untuk melakukannya adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Olehnya itu lanjut Yusuf Mundu, di Bapenda dirinya lah yang melakukan penyegaran.

“Jadi saya instruksikan staf saya pindah,” ujarnya.

Terkait regulasi apakah harus diketahui oleh BKD ataupun tidak lanjutnya, Yusuf Mundu, menegaskan bahwa hal tersebut merupakan wewenangnya sebagai Kepala OPD.

“Kalau kami melihat kinerja staf itu tidak baik, maka diusulkan ke Kepala Bidang atau kepala seksinya orang ini pas di tempat di mana yang cocok,” jelasnya. Adapun jumlah staf di instansi tersebut yang dipindahkan, Yusuf Mundu tak memberikan jawaban.

Penyegaran lanjut Yusuf, sudah merupakan hal biasa dilakukan dari UPTD kabupaten dan masuk ke instansi induk, begitupula bagi staf yang bermasalah.

“Katakan lah di UPTD Samsat ada yang curang, kita beri teguran. Disini ada kepala bidang pembinaan,” ungkapnya.

“Ini hak progratif kepala Badan, kalau hanya staf yang di rotasi. itu tidak ada regulasinya, yang punya reguasi itu BKD. Kita hanya mengusul ke ketua tim SKPD dan itu langsung didisposisi BKD,” ujarnya lagi.

Pada dasarnya Yusuf Mundu mengungkapkan badan yang dipimpinnya, tidak melakukan mutasi melainkan penyegaran.

Dikatakan dia, banyak ASN yang memilih ke Bapenda. Pasalnya, bekerja diinstansi yang mengumpulkan pundi-pundi PAD tersebut penuh dengan tantangan. Karena besarnya beban kerja dan tantangan. Pegawai Bapenda Sultra mendapatkan insentif, sehingga harus di berikan kepada mereka yang memang bekerja. Hal itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 tentang insentif.

“Yang dapat insetif itu Gubernur, wakil gubernur dan seluruh pegawai Bapenda termasuk saya. Bagi Pegawai Bapenda bisa diberikan insentif, dengan catatan harus memenuhi target. Kalau tidak memenuhi target dia tidak akan dapat,” jelasnya.

Bagi staf Dispensa agar bisa menerima insentif harus memiliki kriteria, yakni kerajinan.

“Masa orang malas dan orang rajin, di samakan insentifnya, jelas beda,” tutupnya.

Laporan: Naja/Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *