New Normal Disertai Gejolak Masuknya 500 TKA China di Sultra, Begini Penjelasan GMNI Kendari

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – New normal di tengah pandemi Covid-19 adalah kehidupan normal dengan tatanan baru, di mana masyarakat harus menjaga produktivitas tetapi tetap aman dari Covid-19, dengan akan terjadwalkan tanggal 23 Juni 2020 masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) sebanyak 500 (lima ratus) orang tetapi di gelombang pertama ada sebanyak 146 (seratus empat puluh enam) orang yang didampingi 4 (empat) orang tenaga medis.

Para TKA itu akan bertolak dari provinsi Jenchu, China pada tanggal 22 Juni 2020 dan akan transit terlebih dahulu di Malaysia, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia.

Kedatangan para TKA ini sudah disetujui Gubernur Sultra Ali Mazi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), walau ditengah gejolak penolakan dari berbagai elemen.

Dengan masuknya TKA tersebut, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari, Abdul Wahab, memberi saran kepada pemangku kebijakan dan Instansi terkait harus mematangkan protokol kesehatan terkait penerapan disiplin sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di berbagai sektor fasilitas dan pelayanan publik.

Masuknya TKA di tengah masa New Normal membuat masyarakat Sultra kecemasan yang begitu besar, dan rasa trauma yang mendalam karena Covid-19 sampai saat ini belum betul-betul hilang di bumi anoa.

“Saya juga belum melihat keseriusan Pemerintah Sultra dalam menghadapi New Normal (Kehidupan Baru) yang tentunya masih banyak masyarakat kita yang belum mengedepankan Protokol Kesehatan, Kita terlalu terfokus pada Investasi tanpa melihat kemanusiaan,” katanya.

“Jangan sampai atas nama investasi daerah kita rugi baik itu dari segi ekonomi, sosial dan budaya. Apalagi sampai mengorbankan kebutuhan masyarakat Sultra kita sendiri,” sambungnya.

Ia menegaskan, Gubernur dan Forkopimda Sultra, seharusnya mengedepankan rasa kemanusian, agar tidak ada yang di rugikan, silahkan masuk untuk TKA yang memang sudah sesuai prosedural, tetapi jangan lupa dengan kondisi daerah.

“Saya pikir Pemprov Sultra harus memperhatikan kondisi masyarakat kita, jangan sampai dengan masuknya TKA yang dirugikan masyarakat juga,” tutup pria yang kerab disapa Bung Abu ini.

Untuk diketahui 500 TKA China yang masuk akan bekerja di perusahaan tambang terbesar yang berada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe yakni PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS).

Laporan: Crew Sentralsultra.id

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *