500 TKA Cina Masuk Sultra “Boleh-boleh Saja” Asal Taat Aturan

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Sebanyak 500 (lima ratus) orang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tepatnya ke PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe mendapat dukungan.

Mantan Sekretaris Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Edol Sandrika, Minggu (28/6/2020) mengatakan, kehadiran para TKA asal China tersebut ke bumi anoa tidak masalah, namun harus sesuai dengan aturan yang ada.

Para TKA tersebut telah mendapatkan dokumen Rencana berupa penggunaan Rencana tenaga kerja Asing (RPTKA) dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker), persetujuan telex Visa dari Dirjen Imigrasi dan menggunakan Visa 312 atau visa kerja dan bukan visa 211 atau wisata bahkan telah mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan WHO untuk memastikan mereka bebas dari Covid-19.

“Jika sudah sesuai aturan saya kira tidak masalah. Pemerintah menempuh cara itu tidak lain untuk mendukung program pembangunan jangka panjang,” ujar pria yang akrab disapa Agry ini.

Para TKA tersebut ungkapnya, merupakan tenaga ahli yang akan membangun 33 (tiga puluh tiga) tungku smelter di perusahaan tersebut. Setelah terbangun, perusahaan tersebut tentu akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal. kedatangannya pun dilakukan secara bertahap,

Sebelumnya, Selasa, (23/6/2020), Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas I Kendari, Hajar Aswad menegaskan ratusan TKA tersebut datang ke Kendari, menggunakan Visa Kerja.

“Ratusan TKA yang masuk di Sultra itu menggunakan Visa Kerja (C312) yang terdapat keterangan nama dan nomor paspor pada visa. Pihak Imigrasi belum melihat secara langsung dan belum memegang paspor para TKA yang akan tiba. Imigrasi, hanya memegang data TKA (Nama, TTL, dll),” kata Hajar Aswad saat itu.

Kakanim Kelas I Kendari menjelaskan, 15 (lima belas) Hari kedepan pihaknya akan terjun bersama tim untuk meninjau para TKA ditempat mereka akan bekerja Setelah sampai di Kendari para TKA tersebut selanjutnya akan dikarantina selama 14 (empat belas) hari.

Perlu diketahui, gelombang pertama, TKA asal Tiongkok itu telah datang dengan jumlah 135 orang. Mereka langsung di bawa ke perusahan tambang di Kabupaten Konawe, Sultra. Gelombang selanjutnya di perkirakan masuk di Sultra pada Tanggal 29- kalau bukan 30 juni.

Sebelumnya, Pada Tanggal 23 Juni 2020,
beberapa Aliansi serta pemuda dan OKP menolak kedatangan TKA di Sultra dengan alasan kehadiran TKA asal Tiongkok itu tidak tepat ditengah pandemi Covid-19 di Indonesia yang belum berakhir. Kehadiran Para TKA itu juga dinilai tidak memiliki dasar yang kuat karena pemerintah pusat melalui menteri dalam negeri (Mendagri) no. 440-830 tahun 2020 tentang pedoman tatanan normal baru bagi pemerintah daerah (Pemda) dan aparatur sipil negara (ASN) pada tanggal 30 mei 2020, telah menetapkan New normal dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *