Pabrik Gula di Mubar Bakal Dibangun, Rajiun : Ini Akan Membuka Lapangan Kerja

  • Whatsapp

Ketgam: Bupati Muna Barat, Laode M. Rajiun Tumada saat menandatangani kerjasama bersama PT Wahana Surya Agro. Foto: Istimewa.

 

SENTRALSULTRA.ID, LAWORO – Tidak lama lagi Pabrik Gula berskala besar bakal di bangun di Kabupaten Muna Barat (Mubar). Hal ini ditandai dengan tertandatanganinya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mubar dengan PT Wahana Surya Agro (WSA). Tentang pendirian Pabrik Gula

Bupati Muna Barat, Laode M Rajiun Tumada dalam sambutanya mengatakan investasi pabrik gula merupakan alternatif untuk mengatasi ketergantungan impor gula Nasional yang akan memerlukan bahan baku tebu dari Kabupaten/Kota di sekitar Kabupaten Mubar.

“Selain dapat menampung tenaga kerja berskala besar, akan juga meningkatkan pembangunan infrastruktur di wilayah dan juga pembangunan daerah serta mendorong kesempatan berusaha bagi masyarakat sekitar,” papar Rajiun Di Aula Kantor Bupati Mubar, Rabu, (1/7/2020).

Lanjut mantan Kasat Pol PP Sultra ini, mengatakan bahwa keberadaan perkebunan dengan skala besar dan industri Gula akan menambah kompetensi kemajuan daerah.

“Ini akan mengurangi lahan yang tidak produktif, sehingga produktifitas daerah akan meningkat lebih cepat dan dapat bersaing dengan cepat dan dapat bersaing dengan Kabupaten/ Kota di Indonesia,” jelasnya.

Rajiun mengatakan, sasaran lokasi perkebunan tebu PT WSA seluas sekitar 4003,45 Ha tersebar pada lokasi HPK pada wilayah Kecamatan Wadaga dan Sawerigadi dengan kewajiban PT WSA melepas minimal 1400 Ha untuk kebun rakyat untuk kepentingan Masyarakat.

“Ini akan ada sasaran lokasi lain untuk arahan perkebunan Tebu seluas 5661,03 Ha tersebar di Kecamatan Tikep, Lawa, Sawerigadi, Kusambi dan Napano Kusambi,” ungkap Rajiun.

Lebih lanjut Rajiun mengatakan, sebagai daerah industri baru jelas akan memberikan pertanda baik bahwa Kabupaten Mubar khususnya dan Kabupaten Muna Raya pada umumnya dalam waktu dekat akan sejajar dengan daerah industri baru menyusul Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur.

“Gebrakan ini akan memacu pembangunan di segala lini sehingga akan terasa, karena pengalaman setiap daerah yang akan memiliki industri perhatian pemerintah pusat akan lebih besar dalam bentuk insentif daerah industri. Selain itu akan meningkatkan pendapatan asli daerah PADMubar. Dari perusahaan ini akan meraup PAD sekitar 350 Milyar per tahun,” tambah mantan ajudan Nur Alam ini.

Bupati Mubar menegaskan, kepada instansi terkait untuk menindak lanjuti segala bentuk persyaratan dokumen pendukung investasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Saya perintahkan Dinas-dinas terkait yakni PTSP, Perindag, Pertanian, DLH temasuk para Camat untuk menindaklanjuti ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT WSA Nyono Purnomo berharap program ini berjalan dengan lancar sesuai harapan.

“Semoga kerjasama ini berjalan dengan cepaf dan bisa mendapatkan dukungan lebih dari Pemda dan Masyarakat untuk pendirian pabrik dan perkebunan tebu ini,” harap Nyono saat memberikan kata sambutan.

Menurutnya, pembangunan pabrik tebu ini di jadwalkan selama tiga tahun. Ini mengingat keterbatasan infrastruktur dan lainya dalam hal pengiriman alat dan transportasi.

“Kami pastikan dengan berdirinya Pabrik Gula ini arus perkonomian masyrakat akan lebih menggeliat lagi seperti daerah lain di Indonesia,” ujarnya.

“Kita ambil contoh Gorontalo, awalnya seperti Mubar saat ini, setelah kami beroperasi di sana saat ini sudah menjadi daerah mandiri di karenakan PADnya meningkat,” sambungnya.

Laporan: Hirzan/Fiat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *