HMI Kolaka : Aktivitas Hauling Bahayakan Pengguna Jalan, Pemerintah Jangan Tutup Mata

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KOLAKA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kolaka mengecam Pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang menggunakan jalan Provinsi Kolaka-Bombana karena dianggap membahayakan pengguna jalan raya. Hal itu sebagai akibat dari ruas jalan sepanjang Desa Tambea-Desa Hakatutobu itu dipenuhi dengan lumpur material ore nikel.

Ketua Umum HMI Cabang Kolaka, Umar mengecam keras pemilik IUP yang melakukan aktivitas pemuatan material ore nikel dengan menggunakan jalan Provinsi Kolaka-Bombana yang hari ini dipenuhi dengan lumpur tanah merah dan meminta Pemerintah segera memberikan tindakan tegas kepada pihak Perusahaan.

“Apa lagi saat ini musim hujan sehingga membuat pengguna jalan raya harus ekstra berhati-hati akibat jalan yang licin. Dan pemerintah tidak boleh diam dan menutup mata atas kondisi itu harus segera memberikan tindakan tegas kepada pemilik IUP,” ucap Umar.

Umar melanjutkan bahwa kondisi jalan yang banyak dikeluhkan oleh pengguna jalan raya dikarnakan sangat membahayakan pengendara baik roda dua maupun roda empat yang melewatinya dan ini akan sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Jangan sampai nanti berjatuhan korban baru kemudian ada langkah-langkah baik dari perusahaan maupun pemerintah”. tambahnya.

Menurut Umar penggunaan jalan umum untuk kegiatan pengangkutan material ore nikel pada dasarnya tidak dibolehkan karena hal tersebut dapat menggangu dan merusak fungsi jalan. Tetapi mengingat banyaknya kegiatan yang menggunakan jalan umum maka pemerintah dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum telah mengeluarkan regulasi yaitu Permen No 20/PRT/M/2011 dimana telah mengatur dan memberikan syarat tertentu yang harus dipenuhi.

“Ini kan sudah ada SOPnya tinggal bagaimana dijalankan. Maka demi kepentingan dan keselamatan bersama pihak perusahaan harus mematuhi SOP yang telah dikeluarkan oleh balai Jalan Provinsi Sulawesi Tenggara,” tutup Umar.

 

Laporan: Sarinah/Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *