Dituntut Minta Maaf ke Publik, Begini Penjelasan Umar Soal HMI di Kolaka

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KOLAKA – HMI Kolaka versi Umar-Andi Syahdan. Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Cabang Kolaka Umar, dituntut agar mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka ke publik. Dan, namun jika itu tidak dilakukan oleh Umar dalam waktu 2×24 jam, maka pengurus HMI Cabang Kolaka versi Ruslan-Ade Subarkah, akan melaporkan Umar ke pihak berwajib atas dugaan pencemaran nama baik. Kendati tersebut disampaikan Sekum HMI Cabang Kolaka, Ade Subarkah, Rabu, (15/7/2020) kepada media ini.

Sekretaris Umum HMI versi Ruslan-Ade Subarkah, tuduhan yang ditujukan kepada Saya (Ade Subarkah) selaku Sekum HMI Cabang Kolaka, dan Ruslan selaku Ketua Umum mengenai pencatutan atribut dan jabatan HMI itu tidak benar. Itu adalah pembohongan publik dan fitnah yang dilakukan oleh sodara Umar, karena kami menggunakan atribut HMI dan jabatan itu berdasarkan Surat Keputusan PB HMI Nomor: 299/KPTS/A/03/1441 yang di tanda tangani langsung oleh PJ Ketua Umum PB HMI, Arya Kharisma Hardi dan Sekjen PB HMI, Dr Taufan.

“Jadi sangat jelas legalitas kami menggunakan atribut HMI,” ujar Ade Subarkah.

Untuk itu pihaknya memberikan ultimatum kepada Umar dalam waktu 2x 24 jam untuk melakukan klarifikasi dan permintaan maaf ke publik terkait pemberitaan berita bohong dan menyesatkan publik.

“Kami ultimatum kepada sodara Umar agar secepatnya mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka ke publik atas pemberitaan atau informasi yang tidak benar, disejumlah media yang sudah mempublikasikannya. Dan apabila itu tidak dilakukan oleh Umar dalam waktu 2×24 jam sejak publikasi ini terbit, maka pengurus HMI Cabang Kolaka akan melaporkan Umar ke pihak yang berwajib atas dugaan pencemaran nama baik,” tegas Ade.

Menanggapi pernyataan Ade Subarkah tersebut, HMI Cabang Kolaka versi Umar-Andi Syahdan mengatakan, dengan adanya rilis laporan tindakan pencatutan yang dilakukannya terhadap simbol organisasi HMI baik mulai dari bendera, pemalsuan stempel, surat menyurat, dan menuntut permohonan maaf kepada Saya (Umar) selaku ketua umum HMI Cabang Kolaka karena dianggap telah memfitnah serta melakukan pencemaran nama baik, maka dengan ini saya sampaikan bahwa pernyataan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dengan pertimbangan sebagai berikut,:

1. Bahwa Surat Keputusan (SK) PB HMI Nomor: 229/KPTS/A/03/1441 telah dianulir ditingkat PB HMI, sehingga dipastikan SK tersebut tidak pernah keluar.

2. Bahwa HMI Cabang Kolaka hanya satu kepengurusan dibawah kepemimpinan saya Umar selaku Ketua Umum bersama saudara Andi Syahdan selaku sekretaris umum HMI Cabang Kolaka berdasarkan Surat Keputusan PB HMI Nomor: 210/KPTS/A/10/1440 tentang Susunan Pengurus HMI Cabang Kolaka yang ditandatangani oleh sdr. Respiratori Saddam Al-Jihad dan saudari Naila Fitria masing-masing sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal PB HMI.

3. Bahwa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Lindungan Masyarakat (Linmas), Kabupaten Kolaka tertanggal 04 September 2019, telah menerima pemberitahuan keberadaan organisasi HMI Cabang Kolaka dibawah kepemimpinan saya Umar selaku Ketua Umum dengan nomor SK: 210/KPTS/A/10/1440.

4. Adanya pernyataan saudara Ade Subarkah yang mengklaim diri sebagai sekretaris umum HMI Cabang Kolaka, berangkat dari dualisme kepemimpinan ditingkat PB HMI sebelumnya.

5. Bahwa dualisme Kepemimpinan PB HMI telah berakhir dengan dilaksanakannya pertemuan antara kedua kubu yakni, saudara Saddam Al-Jihad selaku Ketua Umum PB HMI versi Kongres Ambon dan saudara, Arya Kharisma Hardi selaku Pj. Ketua Umum PB HMI pada tanggal 13 Maret 2020 bertempat di masjid Sunda Kelapa yang berakhir dengan penyatuan Surat Keputusan (SK) tentang susunan kepengurusan PB HMI.

6. Bahwa barulah pada pertemuan tersebut saudara Saddam Al-Jihad mengumumkan pengunduran dirinya secara resmi sebagai Ketua Umum PB HMI yang disaksikan sejumlah Alumni HMI seperti bang Akbar Tandjung, bang Bahlil Lahadalia, dll.

7. Bahwa pengunduran diri saudara Saddam Al-Jihad tidak mempengaruhi ataupun menghilangkan keabsahan surat keputusan yang telah dikeluarkannya, sehingga Surat Keputusan PB HMI Nomor: 210/KPTS/A/10/1440 tentang Susunan Pengurus HMI Cabang Kolaka yang menyebutkan saya Umar dengan saudara Andi Syahdan masing-masing sebagai ketua umum dan sekretaris umum tetap sah dan berlaku.

“Maka dari itu, berdasarkan hal tersebut diatas sehingga HMI Cabang Kolaka tetap dibawah kepemimpinan Umar dan Andi Syahdan masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekertaris Umum HMI Cabang Kolaka dan tidak mengalami dualisme kepemimpinan, seperti yang diklaim oleh saudara Ade Subarkah,” tegas Umar.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *