Sinergitas Disdukcapil Kota Sorong Bersama Warga Lakukan Penyesuaian Pelayanan Umum Ditengah Covid-19

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, SORONG – Dalam menghadapi New Normal, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sorong terus melakukan sinergitas terhadap setiap Stakeholder maupun Masyarakat yang ingin melakukan pelayanan umum.

Diketahui bahwa administrasi kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan Data Kependudukan melalui pendaftaran Penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.

Berdasarkan PP Nomor 40 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan UU 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan secara Daring, Disdukcapil Kota Sorong terus melakukan penyesuaian mekanisme dalam melakukan pelayanan umum khususnya dalam menghadapi penyebaran Covid-19.

Saat dijumpai sejumlah media di kantor Disdukcapil Kota sorong, Kadis Disdukcapil Kota Sorong, Onesimus Assem menjelaskan dalam melakukan pelayanan Disdukcapil terbagi atas 2 (dua) jenis pelayanan, yang pertama tatap muka seperti biasanya dan yang ke dua melakukan sistem daring (Dalam Jaringan).

Dirinya mengatakan Disdukcapil pada beberapa waktu lalu telah melakukan kedua jenis pelayanan, yakni tatap muka seperti biasanya dan daring. Namun karna satu dan lain hal pelayanan yang melakukan sistem daring ini dihentikan.

“Kami pada beberapa waktu lalu telah melakukan pelayanan online yang berjalan kurang lebih selama satu bulan, namun karena satu dan lain hal pelayanan daring ini dihentikan, terutama terkait kesadaran warga ini. Begitu sudah mendapatkan dokumennya, dan mereka print sendiri, arsipnya itu harus mereka kembalikan kepada dinas dukcspil sebagai bahan refrensi disini, tapi sampai hari ini kepatuhan warga terkait dengan mengembalikan kearsipan itu sama skali tidak ada, untuk itu kami sangat mengalami kesulitan,” ungkap Onesimus.

Kadis dukcapil menjelaskan soal kearsipan ini jika tidak di lakukan sesuai dengan tata prosedur yang ada maka akan menimbulkan persoalan dikemudian hari, baik warga itu sendiri maupun dinas dukcapil, tentu ini akan sangat berdampak kedepannya.

“Kami sudah rapatkan bersama pegawai disini bahwa kami akan kembali membuka pelayanan menggunakan sistem daring kedepannya, untuk itu kami sangat harapkan kepada warga agar mematuhi mekanisme dan prosedur yang ada” terangnya.

Untuk yang ingin melakukan pelayanan menggunakan sistem tatap muka, warga sangat kami harapkan dan kami himbau mematuhi semua standar protokoler kesehatan yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan, dengan tujuan supaya semua aktifitas pelayanan ini bisa dilakukan dengan lancar dan semua dokumen yang mereka butuhkan ini bisa diterima,” pungkasnya.

 

Laporan: Kabiro Papua Barat, Suhaida Ode.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *