Studi Rekayasa Lalu Lintas di Wakatobi, Kejati Periksa Oknum Dishub Sultra dan Dosen UHO

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Pada tahun 2017 lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) tentang studi manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada kawasan Perkotaan di Kabupaten Wakatobi yang diikuti 5 (lima) Tenaga Ahli Dosen dari LPPM UHO, masing-masing 3 (tiga) dosen Tekhnik Sipil dan 2 (dua) dosen Kebumian. Anehnya dalam proses studi manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada kawasan perkotaan hingga selesai, Ke 5 dosen tersebut tidak dilibatkan, namun hasil laporan pertanggung jawabannya ada. Hal tersebut sudah masuk dalam penyelidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Korps Adhyaksa tersebut bahkan telah memanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan.

Tahir yang merupakan salah seorang dosen Tekhnik yang tidak dilibatkan meskipun dalam kontrak diikut serkan dalam studi manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada kawasan perkotaan tersebut. Ia mengaku dirinya sudah dua kali dipanggil oleh Kejati Sultra terkait masalah tersebut. Tahir pun mengaku tidak dilibatkan sama sekali oleh Dishub dalam studi Lalu lintas di Wakatobi.

“Ada kegiatan tentang manajemen Studi Rekayasa Lalu Lintas pada Kawasan perkotaan Wakatobi yang bekerjasama antara LPPM UHO dengan Dishub Sultra. Awalnya memang kami dilibatkan, namun setelah tanda tangan kontrak selesai, ternyata pihak Dishub Sultra tidak melibatkan kami sampai akhir kegiatan selesai. Pihak Dishub tidak pernah memberikan informasi kekami, kayak lari-lari begitu,” ungkap Tahir.

Tahir mengaku kaget saat dipanggil oleh Wakil Rektor (WR) II UHO yang tentang Studi Lalu Lintas di Wakatobi tersebut. “Kenapa lain-lain ini laporan pertanggung jawabannya. Dosen Tekhnik sipil tersebut mengatakan tidak tahu-menahu, karena dalam proses hingga hasil studipun tidak dilibatkan. “Kami sama sekali tidak dilibatkan,” ungkap Tahir belum lama ini.

Ditempat terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Herman Darmawan mengatakan bahwa, kegiatan antara Dishub Sultra dan LPPM UHO mengenai studi Lalu Lintas di Kabupaten Wakatobi tersebut, Kejati masih dalam puldata pulbaket dalam rangka penyelidikan. Dimana dalam proses penyelidikan ini, tim Penyelidik melakukan puldata dan pulbaket terhadap LPPM UHO dan juga Dishub Sultra.

“Jadi saat ini memang tim kejaksaan masih dalam pendalaman penyelidikan,” ujarnya.

Ditanyakan soal berapa orang yang terlibat dalam perkara tersebut, Herman Darmawan mengatakan, sesuai dengan laporan tim penyelidik Kejati setelah melakukan puldata pulbaket, itu sekitar 20 (dua puluh) orang. diantaranya dari pihak LPPM UHO dan Dishub Sultra itu sendiri.

“Dalam kasus ini sudah berjalan sekitar dua bulan. Dalam waktu dekat ini pihak LPPM UHO dan Dishub Sultra kita bakal memanggil lagi guna penyelidikan. Intinya kami akan proses sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan intinya kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” terangnya.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *