Polda Sultra Diminta Transparan Tangani Kasus Dugaan Penyalahgunaan Kewenangan Mr Huang

  • Whatsapp

Ketgam : Kuasa Hukum PT Konawe Putra Propertindo (KPP), Putri Maya Rumanti SH (kiri) saat memberikan keterangan dihadapan awak media, Jumat (24/7/2020).

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Tim Kuasa hukum PT Konawe Putra Propertindo (KPP) dari tim Advocate and Legal Consultant Moeldoko 81 meminta keterbukaan Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra terkait penanganan dugaan kasus penyalahgunaan kewenangan mantan Dirut KPP, Mr Huang Zuo Chao.

Dihadapan sejumlah awak media, kuasa hukum PT KKP, Putri Maya Rumanti SH mengatakan, pihaknya melaporkan kasus ini ke Polda Sultra sejak 20 Juni 2019. Namun, kata dia, hingga kini belum ada kejelasan dari pihak Ditreskrimsus.

“Kami mengadukan direktur kami yang lama atas penggelapan dalam jabatan. Kemudian ada TPPU nya. Kami sudah cukup lama menunggu, kurang lebih satu tahun dari tanggal 20 Juni 2019 sampai hari ini kami belum mendapatakan jawaban yang jelas dari penyidik Polda Sultra khususnya di Krimsus atas kepastian hukum yang harus didapat dari para terlapor,” terangnya, Jumat (24/7/2020) usai menyambangi penyidik Polda Sultra meminta penjelasan terkait perkembangan laporan.

Putri berharap ada keterbukaan Krimsus Polda Sultra dalam penanganan kasus ini. Pasalnya, belum ada tersangka lain yang telah ditetapkan. Termasuk, mempolice line objek yang menjadi permasalahan.

“Saya meminta kepada Polda Sultra khususnya di Krimsus, kami mengharapkan ada keterbukaan dari pemeriksaan untuk segera bisa menetapkan tersangka lainnya. Memeriksa saksi-saksi yang sudah pernah terpanggil dan sampai hari ini belum bisa di periksa. Kemudian agar Polda Sultra juga bisa menggaris polisikan atau mempolice line kan objek yang menjadi permasalan dan bisa memberikan kepastian hukum terhadap laporan klien kami,” beber Putri saat didampingi rekannya Indri Wuryandari SH.

Ia mengaku, tiga terlapor sudah sudah menjadi tersangka dan masih ada bukti baru yang bisa menjadikan terlapor lain menjadi tersangka.

“Kalau bartanya siapa orangnya? inisialnya A bukan di perusahaan kami yah. Tapi di perusahaan lain, itu yang kami temui itu dia sebagai direktur perusahaan tersebut,” cetus Putri sembari menjawab pernyataan media.

“Kalau di perusahaan kami penyalahgunaan wewenangnya kan sudah jelas bahwa dia (mantan Dirut PT KPP, red) melakukan transaksi sesuai dengan jabatan dia, tapi tidak diketahui oleh para pemegang saham, termasuk si A itu juga yang kami duga menjadi dalang dalam laporan kami ini,” pungkasnya.

Laporan: Ardi 93/Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *