Sadis! Seorang Suami di Kendari Tebas Leher Isterinya Nyaris Putus

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Pada hari Jumat, 14 Agustus 2020 sekitar pukul 04:30 Wita bertempat di Jalan Mekar, Lorong Torana, RT 01/RW 06, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Seorang suami tega menebas leher isterinya dengan parang hingga tewas. Diketahui korban berinisial SMT (32) dan dilakukan oleh suaminya sendiri, MSB (35). Hal ini telah dibenarkan Lurah Kadia, Endang Sudiarto.

Lurah Kadia, Endang Sudiarto. Foto: EF.

Lurah Kadia ini mengungkapkan, peristiwa naas tersebut, berdasarkan informasi yang dimilikinya, peristiwa bermula sekitar pukul 06:25 Wita, menurut keterangan saksi HSN (54) sedang melintas di depan rumah korban sambil menawarkan jualannya (kue-kue) saat itu suami (pelaku) membuka pintu dan langsung mempersilahkan ibu HSN masuk dalam rumah, setelah dalam rumah pelaku lansung berkata, saya tidak punya uang untuk beli kue, dengan secara spontan saksi menanyakan istri pelaku. “Mana mamanya Ik? Pelaku menjawab, mamanya sudah meninggal, saat itu saksi membuka gorden pintu tengah dan langsung melihat korban sudah meninggal dunia tergeletak di ruang tengah dalam keadan leher terpotong setelah melihat kejadian tersebut saksi menangis histeris dan berteriak sehingga tetangga korban mengetahui kejadian tersebut,” ungkap Endang saat ditemui di sekitar lokasi kejadian.

Sementara itu wartawan media ini mencoba mengkonfirmasi kepada Kapolres Kendari lewat Telepon dan Watshapnya guna mempertanyakan motif Pelaku dalam peristiwa tersebut, Kapolres Kendari tidak mengangkatnya.


Lagi-lagi wartawan media ini mencoba mengkonfirmasi kepada pihak berwenang dalam hal ini wilayah tugas Polsek Baruga yakni, AKP Gusti K Sulastra (Kapolsek Baruga). Pihaknya mengatakan, Kasus pembunuhan tersebut telah diambil alih oleh Polres Kendari, namun kami ketahui Pelaku mengalami gangguan kejiwaan, dan saat ini Pelaku sudah di amankan Sat Reskrim Polres Kendari guna ini mempertanggung jawabkan apa yang ia perbuat.

“Jadi untuk motifnya sendiri masih dalam pendalaman,” terangnya.

Laporan: EF

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *