Tim PKM UHO Edukasi KTH Desa Toburi Bombana Budidaya Jabon Merah

  • Whatsapp

Ketgam: Dr. Faisal Danu Tuheteru (kemeja kotak-kotak) bersama Prof Husna (masker merah) saat menjelaskan teknik budidaya jabon merah di polybag kepada KTH Maju Makmur. Foto: Crew 93

 

SENTRALSULTRA.ID, BOMBANA – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan penyuluhan sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya Jabon Merah kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Makmur di Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, Jumat 14 Agustus 2020.

Mendapat dukungan Pemda, kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Bombana, Ardi SP MP dan Kepala Seksi Pengamanan Hutan, Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Unit X Tinorima, Rahmat Sujarno, Shut MSc serta aparatur Desa Toburi. Dimana kegiatan ini sendiri berlangsung sejak 13 hingga 14 Agustus.

Diketuai Dr Faisal Danu Tuheteru, PKM ini beranggotakan dua dosen lainnya yakni Prof Dr Ir Hj Husna MP dan Wa Ode Yusria SP MSi. Masing-masing membawakan materi mulai dari budidaya hingga pemanfaatan pupuk hayati mikoriza sebagai upaya memperbaiki kualitas bibit Jabon Merah.

Faisal menjelaskan, PKM merupakan program kemitraan yang pendanaanya bersumber dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani hutan dalam membudidayakan jabon merah.

“PKM kali ini kita mengandeng KTH Maju Makmur, tidak lain untuk meningkatkan kapasitas petani yang tergabung dalam KTH Maju Makmur. Jadi bentuk kegiatannya berupa sosialisasi, penyuluhan, bimtek, pembuatan demplot pembibitan kapasitas 3.000 bibit serta monitoring dan evaluasi,” ujar dosen yang kesehariannya mengajar di FHIL UHO itu.

Tidak hanya itu, sambung Faisal, tim PKM juga memberikan materi tentang pemanfaatan pupuk hayati mikoriza yang mampu menyediakan unsur hara dan air bagi pertumbuhan jabon merah yang dibawakan oleh Prof Husna.

“Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) itu mikroba tanah yang berasosiasi dengan perakaran tanaman. Jika simbiosis berjalan dengan baik, maka tanaman terbantukan oleh FMA karena mampu menyediakan unsur hara dan air untuk pertumbuhan tanaman, termasuk mampu meningkatkan kualitas bibit jabon merah, ” jelas Prof Husna.

Prof Husna berharap, kegiatan yang berlangsung dua hari itu mampu meningkatkan kapasitas pengetahuan petani hutan sehingga dapat membudidayakan jabon merah secara mandiri. Terlebih lagi memang sambungnya, jabon merah memiliki keunggulan karena kayunya dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga.

“Tim PKM LPPM UHO mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yakni Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikbud, ketua LPPM UHO, Dekan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) UHO, kepala KPHP Tinorima, Camat Poleang Utara dan kepala Desa Toburi serta mitra kami KTH Maju Makmur atas dukungan dan partisipasinya sehingga rangkaian kegiatan PKM berjalan dengan lancar,” pungkas Prof Husna.

Ditempat sama, Wakil Ketua DPRD Bombana, Ardi mewakili pemerintah daerah berterima kasih sekaligus mengapresiasi kegiatan tim PKM dari Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo yang telah mengedukasi para kelompok tani hutan terkait pembudidayaan jabon merah, khususnya di Desa Toburi.

“Sesuai tridarma perguruan tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Nah PKM ini salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tentunya selaku pimpinan DPRD kami mengapresiasi kegiatan ini,” ujar politisi PAN tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sudah menjadi kewajiban Pemda untuk mendukung pelestarian lingkungan.

“Ini salah satu kewajiban kami dalam melestarikan lingkungan dalam hal ini kehutanan. Karena hutan merupakan paru-paru dunia,” cetus Ardi.

Sementara itu, Ketua KTH Maju Makmur, Samsul, berharap kedepan kegiatan serupa tetap berkelanjutan, namun fokus terhadap pemanfaatan mikoriza sebagai pupuk hayati ramah lingkungan.

“Semoga kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan. Apalagi, teman-teman KTH tertarik dengan pupuk hayati mikoriza yang dijelaskan Prof Husna,” ungkapnya.

Perlu diketahui, kegiatan ini dihadiri sekira 30 peserta terdiri dari anggota KTH Maju Makmur, KPHP Tinorima dan mahasiswa FHIL UHO. Termasuk, Sekdes Toburi dan para perangkat desa lainnya.

Laporan: Crew 93

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *