BKM Kadia Bantah Pengerjaan Program Kotaku Tidak Sesuai SOP

  • Whatsapp

Ketua Koordinator BKM Kadia Bersatu, La Tifu. Foto: Edi Fiat.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Ketua Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kadia Bersatu, La Tifu membantah laporan warga bahwa pengerjaan proyek program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia terkesan asal-asalan alias tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Pasalnya, belum lama ini terbit pemberitaan pada media online terkait program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dikerjakan menuai sorotan warga setempat.

La Tifu mengatakan, apa yang telah diberitakan tidaklah benar dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Apalagi, kata La Tifu, pengerjaanya baru saja dimulai.

“Apa yang sedang diberitakan itu semuanya tidak benar dengan fakta lapangan. Karena pekerjaan itu baru dimulai. Adapun pekerjaan baru dimulai tidak akan mungkin mau diliat hasilnya selesai 100 persen. Faktanya kemarin setelah diverikasi dari Bappeda, Koordiantor Program Kotaku, Faskel bahwa pekerjaan itu sesuai dengan mekanisme dan prosedural,” ungkap La Tifu, Selasa, 25 Agustus 2020.

Adapun hal-hal lain yang diberitakan tidak terlibatnya tenaga kerja lokal dalam pengerjaan proyek ini, lanjut La Tifu, lantaran tidak adanya kesepakatan ongkos kerja yang diminta tenaga kerja terlalu tinggi. Meskipun, La Tifu tidak memungkiri pengerjaannya memang harus pekerja lokal sebagai bentuk pemberdayaan ditengah pandemi Covid-19.

“Ini semua ini terjadi karena ketidak sepahaman atau tidak kecocokan ongkos kerja yang diminta tenaga lokal (Kadia,red) terlalu tinggi, ketimbang tukang diluar Kelurahan Kadia dan itu kita sudah pastikan tidak melanggar karena targetnya kita ini bagaimana pekerjaannya bisa berjalan sesuai harapan dengan batas waktu yang sudah ditentukan sampai bulan Desember,” terang mantan anggota DPRD Kota Kendari itu.

Selain itu, terkait adanya pekerjaan tambal sulam, dari sebelumnya aspal diganti dangan paving block, La Tifu mengaku tidak memungkirinya. Namun, kata dia, ada alasan terkait penggunaanya.

“Betul dalam pekerjaan proyek ini ada tambal sulam. Tapi yang perlu dipahami adalah kontraknya yang menjadi inti pekerjaan ini tidak semua pekerjaan dibuat baru karena ini adalah pekerjaan rehab sebagian dan tidak bisa dilangsir bahwa pekerjaan itu adalah tambal sulam. Jadi, dipahami dulu gambarnya seperti apa, RAB nya seperti apa, jangan asal,” tegasnya.

La Tifu mengungkapkan, sejauh ini pengerjaan proyek di Kelurahan Kadia baru 32 persen yang ditargetkan kelar 1 Desember 2020 dengan total anggaran sekira Rp 1 miliar.

“Jenis pekerjaannya yaitu, jalan lingkungan, saluran drainase, subur bor, dan bak sampah dan ini murni anggaran dari Kementerian PUPR melalui Program Kotaku,” pungkasnya.

Laporan: Edi Fiat

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *