Presma UMK Ajak Warga Sultra Rawat Kebhinekaan di Masa Pendemi Covid-19

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Muhamadiyah Kendari (UMK), La Syukran, menyerukan semua pihak menjaga kebhinekaan. Indonesia sebagai bangsa yang memiliki beragam suku bangsa, perlu menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

La Syukran menjelaskan, perbedaan adalah sebuah kekayaan yang terjalin dalam semboyang bhineka tunggal ika yang berarti berbeda-beda tetapi satu. Semboyang tersebut menjadi jembatan penghubung guna menyatukan Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

Saat ini, tantangan yang dihadapi kian kompleks, baik itu di bidang ekonomi, hukum sosial dan budaya. Melalui persatuan yang berlandaskan pada bhineka tunggal ika tersebut, dapat memudahkan bangsa ini melalui segala persoalan. Tidak terkecuali tantangan global yang dihadapi, yang tak kalah kompleksnya yakni wabah corona virus Disease (Covid)-19. Virus yang berawal dari Kota Wuhan China pada tahun 2019 lalu itu, menyebar dan melanda dunia. Di Indonesia virus ini diumumkan telah menginveksi warga Indonesia pada Maret 2020 lalu dan langsung diumumkan pemerintah kala itu. Virus ini pula telah menginveksi warga Kota Kendari, berdasarkan peta sebaran pasien positif covid-19 di kelurahan se kota Kendari, yang dinyatakan zona hijau hanya 1 (satu) wilayah yaitu kecamatan Nambo, sehingga penyebaran virus ini sangat mengkhawatirkan.

“Pandemi Covid-19, bukan hanya masalah kesehatan namun juga berdampak pada sektor ekonomi sehingga otomatis mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bermasyarakat. Dikutip dari Kompas.com jumlah kasus positif covid-19 di SULTRA pada tanggal 20 september 2020 sudah mencapai 2187 orang,” ungkpnya, Kamis 24 September 2020.

Perlu adanya babak baru untuk revitalisasi untuk mencapai keadaan seperti semula. Hal ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling bahu membahu, menjaga persoalan yang bisa ditimbulkan akibat wabah virus tersebut, baik itu ekonomi maupun sosial. Meskipun wabah Corona belum berlalu, kita juga diuji dengan isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat terkhusus pemuda.

“Ini menjadi problem bersama, untuk mencegah isu negatif, dengan merawat kebhinekaan dan tak mudah terpancing dengan isu-isu negatif. Peran pihak keamanan tentu memiliki peran yang urgen dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Mari bersama-sama merawat kemajukan di masa pandemi Covid-19 dengan memegang teguh semboyang Bhineka Tunggal Ika,” pungkasnya.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *