Asosiasi Serikat Buruh dan Pekerja Tolak Mogok Kerja

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Asosiasi Serikat Buruh dan Pekerja Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak untuk ikut mogok kerja pada tanggal 6 sampai 8 Oktober 2020. Penolakan tersebut terungkap saat menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sultra, Jumat 2 Oktober 2020.

Keputusan Asosiasi Buruh dan Pekerja itu, disambut positif oleh Ditnakertrans Sultra.

Penolakan mogok kerja tersebut dilakukan baik dari persatuan pekerja tambang Kabupaten Konawe, PT. VDNI, PT. OSS maupun tenaga kerja Tunas Bangsa Mandiri Bungkutoko. Sebelumnya, aksi mogok itu merupakan seruan nasional buntut dari penolakan terhadap RUU Cipta Kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Haswandy sangat mendukung keputusan serikat buruh dan pekerja tersebut. Ia bahkan memberikan penghargaan kepada para buruh dan pekerja yang memutuskan menolak untuk mogok kerja.

Beberapa poin disepakati sehingga mereka menolak melakukan aksi mogok kerja, yakni membantu pemerintah dalam menekan penyebaran Covid-19, dengan tidak menggelar aksi dan mengumpulkan banyak orang.

Selain membantu pemerintah menekan Covid-19, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan terus bekerja, dan poin terakhir adalah menjaga situasi di Sultra agar tetap aman dan kondusif guna menjamin investasi dan perlindungan para pekerja.

Laporan: Redaksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *