Pilkada Muna Seharusnya Jadi Ajang Pembahasan Program

  • Whatsapp

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo (Fisip UHO), La Ode Abdul Musawir, S.Ip, M.Si

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI РAkademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo (Fisip UHO), La Ode Abdul Musawir, S.Ip, M.Si menilai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Muna yang bakal digelar serentak bersama 6 Kabupaten lainnya, pada 9 Desember 2020 mendatang, sebaiknya mengutamakan program kepada masyarakat.

Pria yang akrab disapa Musawir ini mencontohkan, program yang dapat memberikan solusi bagi masyarakat saat ini, seperti bagaimana meningkatkan dan mengembangkan perekonomian, membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya dan mampu menawarkan program baru berbasis paradigma digital yang dapat menjadi jualan politik masing-masing calon.

“Dunia saat ini telah berubah dimana kita semua mesti siap untuk menghadapi disrupsi perkembangan zaman. Selain itu pula hal yang mesti diminimalisir adalah wacana yang lebih terkonsentrasi pada figur oriented,” ungkapnya.

Kendati track record figur menjadi salah satu item penilaian masyarakat dalam memilih, namun bila ingin maju maka sudah saatnya mengkaji dan fokus kepada program menjadi jualan politik ke masyarakat.

“Sebaiknya yang dibahas baik itu diskusi langsung maupun di medsos, adalah diskusi tentang bagaimana muna bisa lebih maju kedepannya,” paparnya.

Musawir berharap pilkada 2020 menjadi ajang pembelajaran politik yang sehat bagi masyarakat, agar melahirkan budaya politik partisipan dimasyarakat.

“Masyarakat bukan hanya turut serta saat pemilihan, namun masyarakat dapat mengawal jalannya pembangunan ketika pemimpin terpilih nantinya,” jelasnya.

“Masih tersisa dua bulan lagi, sebaiknya pembahasan program kedepan cakada lebih intens dilakukan,” tutupnya.

Laporan Redaksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *