Hadirkan Prof. Quraish Shihab, Peserta Webinar FUAD IAIN Manado Membludak

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, SEMARANG – Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menyelenggarakan webinar bertajuk “Wawasan Al-Quran tentang Moderasi Beragama dalam Masyarakat Multikultural”. Agenda akademik kali ini menghadirkan Prof. Dr. KH. M. Quraish Shihab, M.A sebagai narasumber dan diselenggarakan secara daring melalui aplikasi Aplikasi Zoom Meeting pada Selasa, 3 November 2020.

Pembawa acara dalam webinar tersebut adalah Andi Fikra Pratiwi Arifuddin, M.Sos.I. salah satu dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Manado. Dr. Edi Gunawan M.HI selaku Dekan FUAD IAIN Manado dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendaftar dan peserta kegiatan ini mencapai lebih dari 1200 (seribu dua ratus) peserta.


“Peserta kegiatan hampir tersebar di seluruh wilayah di Indonesia, dan tetap konsisten mengikuti webinar hingga selesai. Daya tarik narasumber yang dihadirkan memang menyita perhatian dan menjadi magnet tersendiri bagi peserta webinar. Bahkan, ini kali pertama FUAD IAIN Manado mampu menghadirkan peserta webinar dengan jumlah sebanyak itu, hal ini merupakan capaian yang patut diapresiasi sebagaimana diungkapkan Wakil Rektor III IAIN Manado, Dr. Musdalifah Dachrud, M.Si. dalam sambutannya mewakili Rektor pada saat membuka acara,” papar Dr. Edi Gunawan M.HI.

“Hingga liputan ini dibuat kegiatan yang juga disiar-tayangkan melalui YouTube FUAD IAIN Manado dengan link https://youtu.be/JI5GyspWzIc telah ditonton lebih dari 1340 kali,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Peserta sangat antusias dalam kegiatan ini tidak lepas dari topik acara yang membicarakan tentang “Moderasi Beragama”. Menurutnya (Dr. Edi Gunawan, M.HI), “Mengapa penting moderasi beragama di Indonesia? Hal ini merupakan pertanyaan yang sering diajukan: mengapa kita, bangsa Indonesia secara khusus, membutuhkan perspektif moderasi dalam beragama? Secara umum, jawabannya adalah karena keragaman dalam beragama itu merupakan suatu keniscayaan, dan tidak mungkin dapat dihilangkan. Karena ide dasar moderasi adalah untuk mencari persamaan dan bukan mempertajam perbedaan,” jelas Dr. Edi Gunawan.

Diketahui moderator kegiatan ini, yakni Dr. Ahmad Rajafi, M.HI., yang juga merupakan Wakil Rektor I (Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga) IAIN Manado memberikan pengantar mengenai tema kegiatan kepada peserta webinar sebelum narasumber terhubung secara maya dalam zoom cloud meeting. “Prof. Quraish Shihab mengawali dengan menjelaskan apa yang dimaksud dengan wasathiyyah atau moderasi. Secara umum, wasathiyyah terambil dari kata wasath, yang secara bahasa artinya di tengah atau baik.” Di mana kata itu dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah: 143,” ujar pendiri Pusat Studi Al-Quran ini.

Sementara itu dalam paparan materi, Prof. Quraish Shihab menjelaskan, ada tiga syarat mutlak yang harus dimiliki oleh siapapun yang hendak mewujudkan moderasi beragama dalam realitas kehidupan yaitu, Ilmu. “Tanpa ilmu, kita tidak bisa memberi, mampu mengendalikan emosi dan sikap kehati-hatian,” ujarnya.

Selain itu, Prof Quraish juga menekankan bahwa, moderasi bukan barang jadi, melainkan ditentukan oleh keadaan yang dialami dan implementasinya harus sesuai dengan kenyataan. “Mengenai moderasi beragama dalam masyarakat multikultural, menurutnya telah dicontohkan Nabi Muhammad melalui Piagam Madinah,” jelasnya.

Diakhir paparan materinya, Prof Quraish
menyampaikan bahwa washatihiyyah adalah keadaan seseorang yang mengantar melakukan aktivitas yang sebaik-baiknya untuk diri dirinya dan masyarakat, sedangkan bentuknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Laporan: Imin/Redaksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *