Terbukti Bersalah, Mantan Kadis Pariwisata Konsel Divonis 1 Tahun Penjara Denda Rp50 Juta

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KONSEL – Menjelang Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2020 esok hari. Pada hari ini Selasa, 8 Desember 2020, Abdul bin Subair yang merupakan mantan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) 2019, dan saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Konsel divonis bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kendari, Abdul Subair bin Subair, bersama dengan Jurianti terbukti melakukan Tipikor dalam perkara Tipikor dalam pekerjaan/kegiatan swakelola (Pelatihan Tata Kelola destinasi pariwisata, pelatihan pemandu wisata alam, pelatihan pemandu wisata buatan (outbond, EP, TP), pelatihan tata kelola home stay/pondok wisata dan pelatihan pengembangan destinasi wisata kuliner) pada Dinas Pariwisata Kabupaten Konsel TA 2019. Sebagaimana diatur dalam pasal 3 UU No.31/1999 yang telah diubah dan ditambah dengan UU No.20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sebagaimana amar putusan Hakim Tipikor Negeri Kendari, baik Abdul Subair bin subair, maupun Jurianti divonis masing-masing dengan putusan pidana Penjara 1 Tahun dan denda Rp.50 (lima puluh juta) rupiah subs. 4 bulan kurungan.

Jaksa Penuntut Umum Kejari Konsel, Arifin Diko, SH saat ditemui diruang sidang setelah persidangan menerangkan, jumlah kerugian Keuangan Negara (KN) dalam perkara ini adalah sebesar Rp.457.166.999, (empat ratus lima puluh tujuh juta seratus enam puluh enam ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan rupiah).

“Atas putusan tersebut baik Jaksa maupun para Terdakwa melalui penasehat hukumnya masih menyatakan pikir-pikir untuk menerima atau melakukan banding,” terang Arifin kepada media ini, Selasa, 8 Desember 2020.

Untuk dketahui saat ini Abdul Subair bin Subair masih menjalani penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kendari, sedangkan Jurianti menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kendari.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *