Kadisnakertrans Sultra Berharap Aksi Anarkis di PT VDNI Tidak Terulang Lagi

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah serikat pekerja di PT Virtu Dragon Nickel Industri (VDNI), hingga menyebabkan sejumlah alat berat (ekskavator), mobil dump truck dan fasilitas pabrik rusak berat juga menjadi perhatian Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Ditnakertrans) Provinsi Sulawrsi Tenggara (Sultra).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sultra, Ali Haswandy mengatakan, aksi yang dilakukan oleh serikat pekerja tersebut, sah-sah saja.  Hanya saja, aksi anarkisme tentu tidak dibolehkan dalam menyampaikan aspirasi. Aksi anarkis tersebut diharapkan tidak  terulang lagi.

“Serikat pekerjanya, terdaftar kok. Sebenarnya, bukan aksinya yang menjadi masalah, tapi anarkisme saat aksi. Itu ranahnya lain,” ungkap Kadisnakertrans Sultra.

Pihak Nakertrans lanjutnya juga mengambil langkah-langkah sesuai kewenangan instansi tersebut, dan berencana akan turun lapangan untuk melakukan evaluasi.

Nakertrans Sultra lanjut Suwandi, sifatnya hanya melakukan pengawasan saja dan membantu melakukan mediasi. Jika pihak Nakertrans Kabupaten Konawe membutuhkan tenaga mediator pihaknya bisa membantu.

“Kami akan bahas ini sesuai dgn fungsi pengawasan tenaga kerja. Adapun serikat buruh di perusahaan pasti terdaftar,” ungkapnya.

Dalam pengupahan ungkapnya, PT VDNI menggunakan Upah Minimum sektoral Pertambangan Provinsi Sultra, yakni sebesar Rp.2,6 juta perbulannya. UMP yang menjadi jejaring bagi tenaga kerja, tentu tidak selamanya jumlahnya seperti itu. Akan tetapi gaji para pekerja setiap tahun naik. Kenaikannya tentu disesuaikan dengan jabatan dan keterampilan pekerja.

“Kalau kami hanya di pengawasan dalam 1 tahun kebawah untuk skala upah. Potensi  gaji untuk naik itu ada setiap tahun ada kenaikan upah. Intinya kita akan memastikan bahwa semua harus sesuai dengan aturan ketenagakerjaan,” jelasnya.

“Kendati kenaikan upah kerap dilakukan setiap tahun. Namun secara umum, pada tahun 2021 nanti, UMP Sultra tidak mengalami kenaikan. Salah satunya dikarenakan pendemi Covid -19,” sambungnya.

Laporan: Redaksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *