Satpol PP Mubar Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Bahaya Kebakaran

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, LAWORO – Masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam peran sertanya pada penanggulangan kebakaran, peran masyarakat sangat penting disetiap kebakaran yang terjadi, semakin masyarakat mengerti dan mengetahui segala hal tentang kebakaran maka dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisirkan baik harta benda maupun korban jiwa, oleh sebab itu masyarakat harus terus menerus dibekali pengetahuan tentang bahaya kebakaran, cara penanggulangannya dan menghindari perilaku tidak baik dalam sehari-hari.

Olehnya itu, Badan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Muna Barat (Mubar) melakukan pelatihan dan sosialisasi tentang bahaya dan pentingnya pencegahan secara dini dalam penanganan kebakaran kepada masyarakat, Jumat 18 Desember 2020, di Aula Kantor Satpol PP Mubar.

 

Kepala Badan Satpol PP Mubar, Laode Sagala mengungkapkan, pihaknya selalu siap siaga 1×24 jam dalam menjaga ketertiban dan ketenteraman masyarakat sehingga terciptanya keamanan yang kondusif di Mubar, termasuk pencegahan penanganan terhadap kebakaran yang terjadi di masyarakat.

“Terkait pencegahan dan penanganan dini kebakaran kami beri sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat agar mereka selalu siap siaga dalam menghadapi setiap masalah termasuk kebakaran sehingga mereka di berikan bekal tata cara memadamkan api. seperti kegiatan hari ini, ini juga bagian dari menjaga kenyamanan dan ketenteraman masyarakat” ungkap Sagala saat ditemui di ruangannya, Jumat siang, 18 Desember 2020.

Ia menyebut peserta pelatihan melibatkan masyarakat di 2 (dua) Kecamatan yakni masyarakat Kecamatan Kusambi dan Napano Kusambi.

“Jumlah yang mengikuti pelatihan ini sebanyak 33 (tiga puluh tiga) orang peserta,” ungkapnya lagi.

Sagala berharap kepada semua peserta pelatihan agar bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga bisa diterapkan nantinya di lapangan dan dapat mentransferkan ilmunya yang di dapat kepada masyarakat lain.

Disinggung terkait sarana dan prasarana untuk bidang Damkar yang ada diintansinya, Sagala mengaku saat ini memang masih butuh penambahan unit mobil Damkar. Hal itu sesuai dengan luas wilayah Kabupaten Muna Barat yang terdiri dari tiga wilayah besar.

“Kami akui bahwa untuk memaksimalkan pencegahan dan penanganan terhadap kebakaran maka kendaraan damkar harus ditambah ya maksimal 2 jadi bisa menjangkau secara optimal pada tiga wilayah yakni Lawa Raya Kusambi Raya dan Tiworo Raya. Insya Allah ini bisa teratasi tapi kita harus bersabar karena saat ini anggaran terbatas akibat dampak pandemi Covid-19,” tutupnya.

 

Laporan: Hirzan/Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *