Polisi Berhasil Ungkap Peran Pelaku Kerusuhan Aksi Anarkis di PT VDNI

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menetapkan 12 (dua belas) orang tersangka dalam aksi demonstran pada PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT OSS yang berujung anarkis yang mengakibatkan kerugian ratusan miliar rupiah.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol La Ode Aries Elfatar, S.I.K didampingi Kabid Humas, Kombes Pol Ferry Walintukan, S.I.K, MH mengatakan, ada 12 orang tersangka dalam aksi demonstran di PT VDNI dan PT OSS yang berujung anarkis yang mengakibatkan kerugian sekitar 200 Miliar.

=> Berikut Peran Pelaku (tersangka) diantara, :

Pelaku melanggar pasal 160 KUHP dan atau 216 KUHP

1. RM, Peran pelaku sebagai Korlap dan selaku ketua FKSPN (Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional) mengarahkan massa melakukan aksi unjuk rasa kurang lebih 1000 (seribu) orang.

2. YWP, Peran Pelaku selaku Korlap, Tersangka tetap melakukan aksi unjuk rasa tanpa mengetahui surat ijin dari pihak berwajib dan yang bertanggung jawab atas aksi mereka adalah saudara RM sebagai ketua FKSPN. Tersangka juga melakukan orasi dengan menyampaikan kata-kata provokasi. Tersangka mengajak massa unras untuk melawan/mengabaikan himbauan petugas dengan memaksa masuk ke dalam perusahaan untuk melakukan perusakan dan pembakaran.

3. AJ, Peran Pelaku selaku Korlap yang membawa massa aksi sebanyak 12 orang tanpa mengetahui adanya surat ijin dari pihak kepolisian.

4. NA, Peran Pelaku selaku Korlap SPTK (Serikat Perlindungan Tenaga Kerja), dan FKSN (Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional) bahwa tersangka telah merusak pos security PT. VDNI bersama teman-temannya.

5. IS, Peran Pelaku sebagai Korlap Ikut melakukan orasi secara bergantian bersama RM, YWP, NA, APJ dan tidak mengindahkan perintah dari AKBP Yudi Kristianto, S.I.K.

6. KS, Peran Pelaku sebagai Korlap tidak melakukan aksi unjuk rasa tetapi yang bersangkutan mengkoordinir massa yang disiapkan di titik kumpul (JETY) untuk dipersiapkan membantu RM serta teman-teman lainnya.

7. AF, Peran Pelaku sebagai Korlap himpunan eks karyawan yang mengkoordinir pada saat aksi demo di PT. VDNI pada tangal 14 Desember 2020.

8. LN, Peran Pelaku sebagai Korlap tetapi Tersangka tidak dapat berbuat banyak untuk mengendalikan massa aksi dan Tersangka Irfan memberitahu LN mengamankan diri pada tanggal 14 Desember 2020.

9. IP, Peran Pelaku sebagai Korlap dan ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) yang mengkoordinir massa melaksanakan unjuk rasa di PT. VDNI pada tanggal 14 Desember 2020.

=> Pelaku Pengrusakan dan Pembakaran serta Peran Pelaku.

Pelaku melanggar Pasal 170 KUHP dan atau 406 KUHP

1. AP, Peran Pelaku melakukan pengrusakan terhadap Pos 1 Security PT. VDNi dengan cara melempar batu slek (limbah veronicel ) ke arah pos 1 Security PT. VDNI.

2. SP, Peran Pelaku melakukan pelemparan sebanyak puluhan kali serta ikut merusak pos 1 security PT. VDNI.

3. SL, Peran Pelaku melakukan pembakaran mobil Dump Truck merk Howo. Korban, PT. VDNI.

Barang Bukti (BB) Pelaku :

1). 1 (Satu) Buah Hardisk Merek DIGIGEAR warna hitam Kapasitas 500 Gb yang berisi file rekaman CCV PT. VDNI.

2). 1 (Satu) lembar surat dari aliansi serikat pekerja/buruh, federasai serikat pekerja/buruh dengan nomor : 001/SBTK/FKSPN/XII/2020, tanggal 11 desember 2020 tentang pemberitahuan.

3). 1 (Satu) lembar surat dari DPW FKSPN Provinsi Sulawesi Tenggara Afilliasi, serikat dan perlindungan tenaga kerja Kabupaten Konawe dengan nomor : 002/SBTK/SPTK/FKSPN/XII/2020, tanggal 11 Desember 2020 tentang pemberitahuan.

4). 1 (satu) unit HP Merek Samsung Warna Putih yang digunakan oleh tersangka An. Ilham Saputra Jaya Alias Ilham Killing Bin Muh. Said.

5). 1 (satu) unit HP Merek OPPO A5S Warna Hitam yang digunakan oleh tersangka APJ.

6). 1 (satu) unit HP Merek XIOMI Note 5 Warna Emas yang digunakan oleh tersangka NA.

7). 1 (satu) unit HP Merek OPPO A3S Warna Hitam yang digunakan oleh tersangka RM.

8). 1 (satu) unit HP Merek Nokia Warna Putih Abu-abu yang digunakan oleh tersangka YWP.

9). Pakaian yang digunakan oleh tersangka SRN
=>1 (Satu) Sweater lengan panjang warna abu-abu
=>1 (Satu) Celana panjang berbahan jeans warna hitam
=>1 (Satu) Masker Kesehatan warna biru

10). Pakaian yang digunakan oleh tersangka ADL
=>1 (Satu) Kemeja lengan Panjang warna hitam biru putih bermotif kotak kotak
=>1 (Satu) Celana panjang berbahan jeans warna hitam

11). Batu yang digunakan tersangka melakukan pelemparan. Kayu yang digunakan tersangka melakukan pelemparan.

Pasal Pelaku yang disangkakan

A). Pasal 160 KUHP
“Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana Penjara paling lama 6 (enam) tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

B). Pasal 216 KUHP
“Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana diancam dengan pidana Penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah”.

C). Pasal 170 KUHP
“Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana PENJARA paling lama lima tahun enam bulan”.

D). Pasal 406 KUHP
“Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau, sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana Penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah”.

E). Pasal 187 KUHP
“Ayat (1) menyebutkan barang siapa dengan siapa menimbulkan ledakan, kebakaran, atau banjir diancam pidana Penjara paling lama 12 tahun bila perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi umum dan bagi barang”.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *