Dinilai Membingungkan, Asosiasi Speed Boat Kota Baubau Protes Rekomendasi Dishub Sultra

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, BAUBAU – Asosiasi Speed Boat Kota Baubau, memprotes rekomendasi yang dikeluarkan Dinas Perhubungan (Dishub), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), terkait rute Perahu Viber (Jarangka red), dengan Speed Boat yang dinilai membingungkan.

Koordinator aksi, Nasrun, mengulas persoalan tersebut. Menurutnya, dimasa kepemimpinan Walikota Baubau, Amirul Tamim, surat edaran pertama di keluarkan guna mengatur trayek ojek laut atau alat transportasi laut Jarangka dan speed boat sesuai trayeknya masing-masing.

Menurut Nasrun, rute antara dua alat transportasi tersebut dibagi yakni Jarangka ke Pulau Makassar (PUMA) dan Baubau, sementara Speed boat dari Pelabuhan Wamengkoli, Kabupaten Buton Tengah, ke pelabuhan Baubau Kota Baubau. Akan tetapi, dalam perjalanannya, pihak jarangka tidak mengindahkan surat edaran yang di keluarkan tersebut.

Kondisi seperti itu lanjutnya, sudah berjalan sekitar 12 tahun, hingga pada Oktober tahun 2020, Walikota Baubau, AS Tamrin, kembali mengeluarkan surat edaran, untuk mempertegas para pelaku usaha transportasi laut sehingga melakukan pemuatan penumpang yang sesuai dengan trayek. Akan tetapi, mereka (Jarangka) tetap memaksakan untuk tetap memuat penumpang trayek Baubau ke Wamengkoli.

“Ini mereka lakukan atas dasar surat rekomendasi perihal persetujuan pengoperasian Pelabuhan Rakyat (Pelra) pada trayek tetap dan teratur angkutan laut dalam negeri yang di keluarkan Dishub Sultra, nomor: 551.5/36, tertanggal 7 Januari 2021,” paparnya.

Terkait surat yang dikeluarkan oleh Dishub Sultra tersebut, Nasrun mengatakan, hingga saat ini, pihak speed boat tidak pernah bertemu dengan perwakilan Dishub Sultra atau mensosialisasi rekomendasi tersebut.

Senada dengan Nasrun, rekannya yang bernama Darman, menerangkan, dalam mengeluarkan surat edaran, Dishub seharusnya mensosialisasikannya terlebih dulu dengan pihak jarangka dan speed boat.

ia juga menegaskan agar Dishub Sultra segera mengeluarkan surat edaran baru, agar tidak membingungkan karena ini menyangkut hajat hidup banyak orang.

“Padahal Pemerintah Kota Baubau sudah menerbitkan surat edaran untuk rute dua alat transportasi laut tersebut untuk mendisiplinkan rute mereka masing,” tutupnya.

Wartawan ini mengkonfirmasi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara, Hado Hasina terkait surat yang dikeluarkan instansi tersebut via telepon selulernya sebanyak dua kali dan melalui pesan WhatsApp namun tidak direspon,.

Laporan: Redaksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *