Pengacara PT AKP : Kami Hargai Putusan PN Kendari, Tidak Ada Kaitannya Kami Dengan PT AKM

  • Whatsapp

Ketgam: Tim pengacara PT Adhi Kartiko Pratama saat memberikan keterangan kehadapan awak media. Baju Abu-abu, Prisky Riuzo Situru, SH. Foto: Edi Fiat.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Putusan hakim adalah suatu pernyataan oleh hakim sebagai pejabat negara yang diberi wewenang untuk diucapkan di persidangan dan bertujuan untuk mengakhiri atau menyelesaikan suatu perkara atau masalah antar pihak. Sebagai warga negara tetap tunduk dan percaya pada amar putusan hakim yang telah menangani suatu Perkara, karena pada dasarnya, putusan hakim itulah yang menjadi perwakilan tuhan di muka bumi ini yang telah diatur oleh Pemerintah. Kalau kita tidak bisa percaya sama hakim, maka sama siapa lagi kita akan percaya ketika saat berperkara. Hal tersebut diungkapkan Kuasa Hukum, PT Adhi Kartiko Pratama (AKP), Prisky Riuzo Situru, SH, Kamis 11 Februari 2021.

Prisky menjelaskan, Direktur Umum, PT AKP, Ivy Djaya Susantyo tidak ada kaitan kerja atau sangkut pautnya dengan PT Adi Kartiko Mandiri (AKM), yang mengklaim bahwa pihaknya memiliki lahan pertambangan di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Lanjut Prisky menjelaskan, sebagai warga negara mestinya tunduk pada segala aturan yang sudah diatur oleh pemerintah. Seperti yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Kendari. Kita harus ikuti. “Jika Majelis Hakim mengatakan, mana kala PT AKP bersalah atau tidak. Ya kita harus hormati dengan apa yang menjadi putusan Majelis Hakim,” tandasnya.

“Jadi, PT AKP sangat menghargai dengan apa yang menjadi putusan PN Kelas IA Kendari. Kamipun dari awal sudah dinyatakan bebas. Memang kebenarannya sudah seperti itu. Dan kalau toh, ada upaya-upaya hukum atau banding, ataupun kasasi yang dilakukan oleh pihak Tergesekan. Ya Silahkan saja. Tetapi kalau mencurigai atau menilai hakim tidak profesional. Kami tidak berani mengatakan itu. Karena menurut kami, hakim itulah perwakilan tuhan di muka bumi ini. Siapa lagi kita mau dengar dan percaya kalau bukan hakim,” tegas Prisky.

Untuk diketahui tegas Prisky, Kami dari PT AKP, tidak ada kaitan kerja ataupun hubungan hukum dengan PT AKM. Apalagi yang kemudian akan menghentikan aktivitas pertambangan seperti diutarakan pihak PT AKM, Kami pihak AKP sangat tidak bisa mendengarkan atau mengindahkan hal tersebut, pasalnya tidak ada legalitas atau alasan otentik, resmi dari PN Kelas IA Kendari (sesuai hasil putusan persidangan) untuk menghentikan aktivitas pertambangan. Karena pada dasarnya kami kerja sesuai aturan yang ada.

“Kami ini dari awal beraktivitas sudah Clean and Clear (CnC). Dan dengan adanya CnC ini, otomatis kami PT AKP sudah terverifikasi. Dari eksplorasi ke produksi. Dan yang kemudian Kami PT AKP memohon kuota Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB), kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dan alhamdulilah pihak ESDM memberikan kuota tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut Kuasa Hukum PT AKP menambahkan, IUP Kami ini pernah digugat di PTUN, dengan proses berjalannya waktu, perkara yang terus bergulir dimeja pengadilan, alhasil Hakim PTUN menyatakan, Kamilah yang dinyatakan Sah sebagai pemilik PT Adi Kartiko Pratama.

“Jadi hargailah putusan itu,” jelasnya.

Perlu diketahui dalam Putusan Pengadilan Negeri Kendari Kelas IA Kendari dengan Nomor 418/Pid.B/2020 terhadap, Ivy Djaya Susantyo yang amar putusannya bahwa, :

1, Mengadili dan menyatakan terdakwa, Ivy Djaya Susantyo, terbukti melakukan perbuatan yang di dakwakan tetapi bukan merupakan perbuatan tindak pidana,

2, Melepaskan terdakwa, Ivy Djaya Susantyo dari segala tuntutan.

3, Memerintahkan terdakwa Ivy Djaya Susantyo dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini di ucapkan.

4, Memulihkan hak-hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat serta martabnya.

5, Menetapkan barang bukti terlampir dalam berkas perkara.

6, Membenbankan biaya perkara pada negara.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *