Sahabat Vaksin Sultra Dorong Suksesnya Vaksinasi di Bumi Anoa

  • Whatsapp

Ketgam: Suasana Ngopi (Ngobrol Pandemi) seri 3 bertajuk “Urgensi dan Strategi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Provinsi Sulawesi Tenggara”. Foto: Istimewa.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Sahabat Vaksin Sultra dan Satgas Pemuda Covid-19 Sultra melangsungkan Ngopi (Ngobrol Pandemi) seri 3 bertajuk “Urgensi dan Strategi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahap II di Provinsi Sulawesi Tenggara” beberapa waktu lalu di aula Kopkit.

Kegiatan secara zoom virtual ini mengahirkan narasumber seperti Plt Kepala Dinas Kesehatan Sultra, Hj Usnia Amd Keb, SKM membahas Regulasi dan Sasaran Vaksi Covid-19 tahap II di Sultra. Kemudian ada, Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Sultra dr Laode Rabiul Awal membahas Kajian Klinis bagi Lansia dan Penyintas Covid-19.

Ada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Drs Asrun Lio MHum PhD membahas Kesiapan Vaksinasi Tahap II untuk Tenaga Pendidik di Sultra dan Ketua Komisi Fatwa MUI Sultra Dr Abdul Gaffar MThi membahas Vaksin Covid-19 dalam Persepsi Agama.

“Ngopi” ini sebagai bentuk upaya Satgas Covid-19 Sultra bersama Sahabat Vaksin Sultra dan Satgas Pemuda Covid-19 Sultra mendorong suksesnya vaksinasi di Bumi Anoa.

Plt Kadis Dinkes Sultra, Hj Usnia mengungkapkan bahwa, pengadaan vaksinasi oleh pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus yang menyerang sistem pernafasan manusia ini.

“Tujuannya tentu membentuk anti bodi tubuh, menurunkan (kasus, res) kesakitan dan kematian akibat pandemi Covid-19. Kemudian juga memperkuat sistem kesehatan dan menurunkan dampak sosial dan ekonomi (masyarakat, red),” bebernya saat membawakan materi.

Kini, sambung Usnia, setelah tenaga kesehatan, vaksinasi selanjutnya bakal menyasar pelayan publik dan juga lansia.

“Sekarang kita memasuki calon penerima vaksin yakni sebasar 244.291 lansia dan 190.498 pelayan publik. Total keseluruhan 437.459. Pelayan publik terbagi seperti dosen, tenaga pendidik, pedagang pasar, tokoh agama, pejabat negara, pegawai negeri dan lainnya,” cetusnya.

Dikesempatan ini, dirinya juga berharap, wartawan bisa kebagian vaksin Covid-19, mengigat mobilitasnya yang tinggal saat melakukan peliputan.

“Media ini sudah beberapa kali minta agar data wartawan dimasukkan karena mereka rentan Covid karena selalu berhubungan dengan masyarakat. Jadi saya mohon kesempatan ini tolong didata dan masukkan ke Dinas Kesehatan Kota Kendari,” pungkasnya.

Laporan: Edi Fiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *