Program Kotaku, Kelurahan Mokoau Segera Tentukan Titik Perbaikan Drainase

  • Whatsapp

Ketgam: Lurah Mokoau, Aswan, S Si dan Koordinator BKM kelurahan Mokoau, Saimin, SE, ME. Foto: HS

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari menjadi salah satu kelurahan dari 16 (enam belas) kelurahan yang mendapatkan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di tahun 2021. Saat ini, Program tersebut, di Kelurahan Mokoau, telah dilakukan survey lokasi oleh Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Mokoau untuk kemudian dirapatkan kembali bersama BKM, RT dan RW lalu ditentukan titik mana saja yang akan dilakukan pembenahan.

Lurah Mokoau, Aswan, S Si mengatakan, program Kotaku di tahun 2021, di kelurahan yang dipimpinnya, menyasar sejumlah sarana infrastruktur lingkungan seperti drainase dan duiker plat.

“BKM Kelurahan Mokoau sudah turun lapangan melakukan survey lingkungan untuk mengecek titik-titik mana saja yang akan dilakukan perbaikan nanti, “ungkap Aswan, Selasa 9 Maret 2021.

Menurut Aswan, pihaknya sangat siap dan mendukung suksesnya program Kotaku. Persoalan lingkungan menjadi perhatian Aswan dalam memimpin Kelurahan tersebut, dengan menggalakan kegiatan bersih-bersih di lingkungan kantor dan masyarakat.

“Hari Jumat kami aparat kelurahan membersihkan lingkungan kantor, sementara Sabtu dan Minggu, masyarakat Kelurahan Mokoau membersihkan lingkungannya masing-masing,” jelasnya.

Senada dengan Lurah Mokoau, Koordinator BKM Kelurahan Mokoau, La Ode Saimin, SE, ME mengatakan, program Kotaku adalah program yang berasal dari Bank Dunia, dan Kelurahan tersebut, di tahun ini ungkapnya mendapatkan anggaran sebesar Rp.300 juta. Dari anggaran tersebut lanjut Saimin, dinilai masih minim, dibandingkan dengan kondisi yang ada di kelurahan tersebut.

“Kami baru dapat lagi program ini setelah kurang lebih 10 tahun. Kami berharap, kedepan anggarannya bertambah, karena kondisi sarana dan prasarana di Mokoau sebagai kelurahan yang belum lama mekar, dibanding kelurahan lainnya di Kecamatan Kambu, Mokoau jauh berbeda. Mereka sudah bagus, jalannya sudah di pafing block, di Mokau masih perlu sentuhan program,” ulasnya.

Kendati begitu, Saimin berharap dengan dukungan Lurah dan semua pihak, program Kotaku dapat berjalan dengan sukses.

“Kami telah turun lapangan dan mengecek kondisi lapangan, makanya kami tunggu, KSM yang akan memberikan semua informasi agar tidak ada masalah di masyarakat nanti, kenapa ini dikerja, kenapa ini tidak,” jelasnya.

Diterangkan Saimin, program kotaku, hanya memperbaiki sarana infrastruktur seperti saluran yang rusak. Adapun kerusakannya adalah rusak ringan, sedang dan berat. Pihaknya berharap, setelah rapat yang akan dilakukan, akan ditentukan titik-titik yang akan dikerjakan.

“Saya punya keinginan untuk membangun pondok aspirasi BKM yang akan digunakan sebagai wadah untuk berdiskusi dengan tokoh masyarakat. Ini sangat penting, contohnya pak lurah nanti akan adakan kerja bakti dapat dengan mudah diketahui masyarakat,” paparnya.

Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan Mokoau, menjelaskan salah satu program yang dilakukan pihaknya adalah dengan menjalankan program kesehatan. Program kesehatan, masuk dalam rencana Pokja 4. Pokja 4 ungkapnya, kegiatannya adalah pelayanan di posyandu termasuk pemeriksaan balita stanting. “Teknisnya yang lakukan adalah Puskesmas, kami melakukan pembinaan dan monitoring saja,” jelasnya.

Untuk memerangi stanting ungkapnya, memerlukan kerjasama seluruh masyarakat. pasalnya, stanting terjadi sejak remaja sehingga terus berproses.

“Jadi dari awal, kami berikan tablet tambah darah dan obat cacing bagi wanita remaja, pemeriksaan ibu hamil. Karena untuk memerangi stanting harus sejak dini mungkin atau sejak mau nikah,” tuturnya.

Begitupula dengan upaya mencegah Covid-19, ia mengaku pihaknya bersama ibu-ibu PKK lainnya gencar memberikan informasi ke masyarakat tentang pentingnya melaksanakan pencegahan agar tidak terpapar virus Corona.

“Saya dengan ibu-ibu PKK di Kelurahan Mokoau yang berjumlah 20 orang, gencar mensosialisasikan penggunaan masker, ,mencuci tangan, menghindari kerumunan dan informasi yang lain untuk menghindari masyarakat terpapar Covid-19,” tutupnya. (HS-EFI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *