Kasatlantas Kendari : Kamera ETLE Dapat Memantau Hingga Jarak 3 KM

  • Whatsapp

Kasatlantas Polres Kendari, AKP Lesmana Pramuditya P SIK. Foto: Edi Fiat.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Pemasangan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berupa kamera pengawas lalu lintas akan dilakukan oleh Satlantas Polres Kota Kendari. ETLE itu, menyasar pelanggar lalu lintas di 16 (enam belas) titik lampu lalu lintas di Kota Kendari. Kamera tersebut dapat menangkap gambar hingga 3 (tiga) Kilo Meter (KM) dengan gambar yang jelas. Hal tersebut diungkapkan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Kendari, AKP Lesmana Pramuditya P SIK baru-baru ini.

Dikatakan AKP Lesmana Pramuditya, kamera pengawas lalu lintas terpasang berdasarkan perintah dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), terkait program 100 hari Kapolri. Setelah kamera tersebut berfungsi, maka penegakan lalu lintas atau penindakan tilang, tidak lagi bersentuhan dengan aparat. Surat tilangnya pun diberikan kepada pelanggar lalu lintas sesuai dengan alamat yang diketahui melalui nomor plat kendaraannya.

“Jadi kamera yang menangkap pelanggaran itu, terkoneksi dengan operator melalui program ERI, (Electronic Registration and Identification) atau sistem pendataan di bidang registrasi dan identifikasi secara elektronik yang dikerjakan pada bagian BPKB sebagai landasan legitimasi keabsahan kepemilikan dan asal-usul kendaraan bermotor. Setelah itu baru kita proses pelanggarannya, dan pelanggar membayar langsung ke Bank” jelas mantan Kasatlantas Polres Baubau ini.

Menurutnya, progres pemasangan kamera tersebut sudah mencapai 60 sampai dengan 80 persen. Rencananya, program tersebut, akan dilaunching pada 27 April 2021 nanti.

“Titik poinnya sudah terpasang, dan kami sudah sosialisasi melalui pamflet dan media sosial. Nanti ada sosialisasi dulu atau triler selama dua minggu,” paparnya.

Satlantas polres Kendari juga bekerja sama dengan kantor POS dan Giro untuk mengirimkan surat tilang kepada pengendara yang melanggar sesuai dengan tangkapan kamera yang terpasang di lampu lalulintas, sehingga bukti pelanggarannya kuat.

“Kalau pelanggar tidak patuh dan tidak membayar tilang tersebut,maka STNK kendaraannya akan diblokir sehingga tidak bisa digunakan lagi,” tutupnya. (HS-EFI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *