Bulog Sultra Dinilai Tidak Sigap Hadapi Bencana, Kualitas Beras Jauh dari Standar

  • Whatsapp

Ketgam: Anggota DPR-RI, Ir Ridwan Bae saat menggelar Inspeksi Mendadak (sidak) di gudang Bulog Kendari, Jumat, 26 Maret 2021 yang ditemani pihak Gudang Bulog Kendari. Foto: Edi Fiat.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Kinerja Perusahaan Umum, (Perum) Bulog terus menjadi sorotan. Lembaga yang dipimpin Budi Waseso (Buwas) akhir-akhir ini dinilai perlu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kondisi tersebut juga terjadi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Kali ini, lembaga yang menjadi kekuatan dalam ketahanan pangan nasional ini kembali dikritik karena dinilai tidak sigap menyiapkan ketersediaan pasokan beras di Sultra. Salah satu gudang di Kota Kendari misalnya, hanya memiliki stok beras sebanyak 200 (dua ratus) ton saja, padahal, kapasitas gudang Bulog Kendari, memiliki kapasitas penampungan sebanyak 20 (dua puluh ribu) ton.

Hal ini terungkap saat anggota DPR-RI, Ir Ridwan Bae menggelar Inspeksi Mendadak (sidak) di gudang Bulog Kendari, Jumat, 26 Maret 2021. Ditemani Kepala Gudang Bulog Kendari, politisi asal Partai Golkar itu, meninjau langsung kondisi gudang Bulog Kendari. Saat masuk ke areal gudang, Kondisi gudang terlihat lenggang, dibeberapa sudut gudang kosong, hanya dibeberapa sudut saja tumpukan beras terlihat

Kondisi tersebut memperlihatkan Bulog yang terkesan tidak siap dalam memenuhi kebutuhan beras, untuk mengantisipasi keadaan darurat jika terjadi bencana.

“Gudang Bulog Kendari sepertinya tidak siap untuk mengantisipasi bencana. Masa hanya 200 ton beras saja yang tersedia, padahal kapasitas gudang bisa sampai 20 ribu ton. Belum lagi kebutuhan masyarakat Sutra sampai 40 (empat puluh ribu) ton setahun,” jelas Ridwan yang juga mantan Bupati Muna dua periode ini.

Kualitas beras juga jauh dari standar, karena rata-rata stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Kendari tersimpan selama 8 (delapan) bulan. Padahal, untuk menjaga kwalitas beras maksimal beras tersimpan selama 6 (enam) bulan.

Selain kurangnya stok Beras, kurang sigapnya Bulog dalam memenuhi kebutuhan masyarakat juga terlihat dari ketersediaan gudang di beberapa daerah seperti di Kabupaten Konawe, Konawe Selatan dan Kolaka Timur.

“Infrastrukturnya juga kurang, di ketiga daerah itu tidak ada gudangnya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi pertanyaan, terkait kesiapan Perusahaan milik negara itu di Sultra dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Menurut Ridwan, sidak yang dilakukannya, dalam rangka mengamankan kebijakan presiden Republik Indonesia terkait ketersediaan pangan khususnya beras di seluruh wilayah Olehnya itu lanjutnya diperlukan peran pengawasan dari seluruh element pemerintah tak terkecuali DPR RI.

Ridwan menilai tidak ada langkah preventif atau antisipasi dalam menghadapi bencana. Hal tersebut menandakan ketidaksiapan Bulog dalam mengantisipasi kebutuhan beras, apalagi menghadapi bencana yang bisa saja terjadi

“Kondisi musim hujan dan lainnya tidak menjadi pertimbangan mengantisipasi ketersediaan beras,” tutupnya. (HS-EFI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *