Punya Potensi Kualitas Ekspor, Ir Ridwan Bae Akan Perjuangkan Pelabuhan Kelas III Lapuko

  • Whatsapp

Ketgam: Ir Ridwan Bae saat berkunjung di Pelabuhan Lapuko, dan berbincang dengan tokoh sekitar wilayah kerja UPP Lapuko. Foto : Edi Fiat.

SENTRALSULTRA.ID, KONSEL – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir Ridwan Bae menggelar kunjungan kerja (Kunker) di Pelabuhan Lapuko, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Agenda tersebut guna menampung aspirasi masyarakat, serta memaksimalkan potensi di daerah tersebut.

Kecamatan Moramo memiliki potensi yang menjanjikan. Hal tersebut menjadi perhatian Ir Ridwan Bae guna memaksimalkan potensi tersebut agar berimplikasi kepada ekonomi masyarakat, daerah bahkan nasional. Mantan Bupati Muna 2 (dua) periode ini menilai, potensi pasir silika sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Hanya saja, kapasitas pelabuhan yang belum memadai membuat kekayaan alam kualitas ekspor itu mendapatkan kendala untuk dipasarkan. Kapasitas Pelabuhan menjadi benturan dalam melakukan aktifitas ekonomi. Olehnya itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu berhasrat untuk memperjuangkan pembangunan sarana pelabuhan dengan mengucurkan anggaran pembangunan di pelabuhan Lapuko.

“Saya ingin lihat posisi pelabuhan disana, ternyata setelah disana aktifitas pelabuhan padat, disisi lain, pelabuhannya kecil. Satu kapal saja sulit, padahal disana ada potensi sumber daya alam yang berkualitas ekspor,” ungkap Ridwan.

Ketgam: Ir Ridwan Bae saat melihat Pasir Silika yang diperlihatkan oleh Ka UPP Kelas III Lapuko, Arifuddin, SE, M.Si, dan TNI Polri, Camat Moramo dan Tokoh masyarakat di Pelabuhan Lapuko. Foto: Edi Fiat.

Menurut Ridwan, berdasarkan hasil pengamatannya saat berkunjung, potensi sumber daya alam di daerah itu sangat menjanjikan. Dipelabuhan ada 1 (satu) kapal tongkang dan beberapa kapal lainnya yang berlabuh, sehingga meskipun pelabuhannya kecil namun aktifitasnya sangat padat. Bahkan, ada pengusaha lokal yang ingin mengekspor pasir silika ke China, namun terkendala pelabuhan yang tidak layak.

“Ini sayang sekali, olehnya itu saya ingin memperjuangkan persoalan ini ke Kementerian Perhubungan atau Dirjen Perhubungan Laut, agar menteri tahu bahwa betapa potensinya pelabuhan Lapuko ini, karena berada di tengah-tengah daerah yang memiliki potensi yang begitu banyak,” jelasnya.

Menurut Ridwan, jika pelabuhan Lapuko dapat dimanfaatkan maksimal, maka semua komoditas dapat bernilai ekonomi dan memiliki pasar yang cukup. Diterangkan Ridwan, ia telah memiliki gambaran dengan KUPP Syahbandar Lapuko, ada 2 (dua) type, pelabuhan yang direncanakan, tipe yang pertama dirasa sangat kecil, namun tipe yang kedua dengan anggaran Rp 100 miliar dapat menyelesaikan persoalan di pelabuhan tersebut, karena dapat disandari kapal dan tongkang dalam jumlah yang banyak dan mengangkut komoditas masyarakat.


“Lokasinya juga sangat baik, karena terlindung dari ombak di berbagai arah manapun dan saya yakin pelabuhan itu harus di kembangkan,” tuturnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (Ka. UPP) Kelas III Lapuko, Arifuddin, SE, M.Si mengatakan, ucapan terima kasih kepada bapak Ir Ridwan Bae yang telah berkunjung di UPP Lapuko.

“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota DPR RI, bapak Ir Ridwan Bae yang telah berkunjung di UPP Lapuko ini, guna melakukan peninjauan program dan kegiatan di jajaran UPP Lapuko, baik untuk yang sudah lewat maupun yang akan datang,” ucapnya.

Memang tidak bisa dipungkiri lanjut Arifuddin menjelaskan, bahwasannya, bersama warga setempat, potensi pasir silika yang ada di kecamatan Moramo ini sangat banyak. Namun dapat kita lihat pula dan ketahui kendalanya yakni, kondisi pelabuhan kita sekarang ini, sepertinya kurang memadai. Sehingga dikesempatan ini juga, kami UPP kelas III Lapuko bermohon melalui bapak Ir Ridwan Bae untuk kiranya dibantu disampaikan, disuarakan ke pusat, agar pelabuhan Lapuko ini dapat dibenahi. Dengan target kedepan para pengusaha yang bergerak dibidang pertambangan baik itu pengusaha pasir silika tersebut, ataupun pengusaha batu bisa menggunakan pelabuhan kita nantinya jika diberi izin.

“Jadi, dikesempatan ini kami berharap kepada bapak Ir Ridwan Bae agar membantu menyuarakan kepada kementerian perhubungan laut yang kiranya kita harapkan bersama dapat diberikan izin. Dan ini juga secara otomatis akan menambah PAD kita nantinya,” tutup Arifuddin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *