Diduga Beraktivitas Diluar Wiup dan Merusak Kawasan Hutan Mangrove, PT WIN Diadukan ke Mabes Polri

  • Whatsapp

Julianto Jaya Perdana

SENTRALSULTRA.ID, JAKARTA – Salah satu perusahaan pertambangan yakni, PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang terletak di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) di laporankan ke Bareskrim Polri. PT WIN dilaporkan karena diduga keras telah melakukan aktivitas penambangan di luar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dan merusak kawasan hutan mangrove. Hal tersebut diungkapkan oleh Julianto Jaya Perdana selaku Ketua Umum (Ketum) Law Mining Center (LMC) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Hari ini kami telah resmi melayangkan laporan di Bareskrim Mabes Polri atas dugaan ilegal mining yang diduga dilakukan oleh PT. Win, dengan nomor : 001/b/Lmc/III/2021 tertanggal surat : 31 Maret 2021. Kami laporkan karena diduga keras melakukan aktivitas penambangan di luar WIUP dan merusak kawasan hutan mangrove,” ungkap Jul nama sapaannya, dalam keterangan persnya, Rabu 31 Maret 2021.

Dikatakan Julianto, hal tersebut diduga bertentangan dengan kaidah-kaidah pertambangan dan menurutnya tidak ada toleransi terkait kejahatan lingkungan.

Ketgam: Foto Bukti aduan ke Mabes Polri. Foto: Istimewa.

“Jadi tidak ada toleransi terkait kasus ini. Karena apa bila membias, hadirnya perusahaan bukanya malah membawa iklim investasi yang sehat, namun hanya akan menabur beni kerusakan flora dan fauna di konawe selatan.

Jul yang merupakan putra daerah Konawe Selatan itu juga memaparkan terkait pengaduan tersebut di karenakan diduga telah menambang diluar WIUP, dan diduga merusak kawasan hutan mangrove.

“Sebagai putra daerah tentunya kami tidak mengkriminalisasi pengusaha yang masuk di wilayah kami, hanya saja kaidah-kaidah pertambangan harus membawa iklim investasi yang dan apabila aktivitas tersebut bertentangan dengan hukum, maka haram tentunya hal tersebut dapat di kategorikan perbuatan melawan hukum” terangnya.

Jul berharap, agar mabes polri segera melakukan penyelidikan di Desa Wonua Kongga, kecamatan laeya, Kabupaten Konsel, karena bila terbukti, menurutnya hal tersebut bagian dari perampokan kekayaan sumber daya alam.

“Kami berharap Mabes Polri dapat mengusut tuntas terkait dugaan kami, kalau bisa kami mendesak agar menghentikan aktivitas sementara PT. Win, karena bilamana terbukti PT. Win mengeruk kekayaan Sumber Daya Alam tanpa izin maka ada beberapa indikasi kerugian negara serta bertentangan dengan regulasi peraturan perundang-undangan,” tutupnya.

Wartawan Sentralsultra.id ini kemudian mengkonfirmasi hal tersebut kepada pihak PT WIN melalui pesan singkat Whatsapp. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Pihak PT WIN tak meresponnya. (HS-EFI).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *