Pahri Yamsul : Tidak Benar Pembangunan RS Jantung Mangkrak, Ini Program Andalan Pemprov Sultra

  • Whatsapp

DR. Ir. H. Pahri Yamsul, MT

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan pembuluh darah yang terletak di eks bangunan RSUD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) selesai dilakukan tender, selanjutnya dilanjutkan pembangunan. RS yang menjadi salah satu program andalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra, dibawah kepemimpinan Ali Mazi dan Lukman Abunawas untuk mewujudkan RS tersebut, Pemprov Sultra sebelumnya mengalokasikan anggaran Sebesar Rp94 Miliar (M) lebih, dan kini, RS yang direncakan memiliki tinggi lebih dari 10 (sepuluh) lantai itu, dilanjutkan pembangunan dengan total anggaran sebesar Rp316 Miliar, dengan kontrak pekerjaan selama 18 (delapan belas) bulan.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan tata ruang, Sultra DR. Ir. H. Pahri Yamsul, MT yang dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, itu tidak benar bahwasannya pembangunan RS jantung dan pembuluh darah mangkrak. Perlu diketahui sekarang bahwa, proyek pembangunan RS jantung dan pembuluh darah tersebut sudah dilanjutkan.  Sekarang tahap II.

 

“Jadi tidak benar pembangunan RS jantung dan pembuluh darah mangkrak. Ini program andalan Pemprov Sultra. Jadi sangat tidak mungkin mangkrak. Kemarin setelah proses administrasi proyek tersebut selesai dilakukan maka pemenang tender proyek RS Jantung dan pembuluh darah itu langsung bekerja.

“Lelang proyeknya sudah selesai dan pemenangnya sudah ada. Saya tidak hafal nama perusahaannya, yang jelas itu perusahaan dari Bekasi dan mereka siap berkantor disini, dan saat ini sudah bekerja,” lanjutnya.

Fachri nama sapaan akrabnya, juga menolak jika dikatakan proyek tersebut mangkrak. Faktanya, pembangunannya terus dilanjutkan dan hingga saat ini mulai dilaksanakan atau proses pekerjaan. Proses lelang proyek tersebut menurut Ketua Pengprov Perbasasi Sultra ini, membutuhkan waktu sekira 3 (tiga) bulan, karena mengacu pada aturan Bank Dunia.

“Tidak benar itu mangkrak, belum lama ini selesai proses lelang dan sampai saat ini sudah dikerjakan. Memang saya dihubungi kemarin, katanya ada yang mau masuk ke dalam RS, tapi tidak bisa sama Satpam, karena Satpam tanya mau bikin apa didalam. Kalau ada apa-apa, misalnya di gigit ular atau jatuh tertimpa bangunan bagaimana?, Kalau masuk bersama kami itu baru bisa,” tuturnya.

Fachri menghimbau masyarakat agar bersama pemerintah mendukung dan mensukseskan pembangunan RS Jantung dan pembuluh darah tersebut, yang akan sangat bermanfaat dari sisi ekonomi dan pendidikan. RS itu, merupakan satu-satunya RS Jantung dan pembuluh darah di kawasan Indonesia Timur, selain itu keberadaan RS tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa kedokteran dalam mendukung aktifitas perkuliahan mereka.

“Insha Allah 2022 sudah bisa beroperasi, secara paralel, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra, di satu sisi menyiapkan tenaga teknis dan alat kesehatannya” tutupnya. (Edi Fiat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *