Kelebihan Pembayaran RS Jantung Sultra, Pahri Yamsul : Itu Sudah Clear, Tidak Bisa Lelang Jika Tidak Diselesaikan

  • Whatsapp

Ketgam: Kepala Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra, DR. Ir. H. Pahri Yamsul, MT. Foto: Edi Fiat.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang, menanggapi informasi terkait adanya temuan kelebihan pembayaran pada pembangunan Rumah Sakit (RS) Jantung dan Pembuluh Darah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2019 Sultra.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang Sultra, DR. Ir. H. Pahri Yamsul, MT menanggapi hal tersebut bahwa, perlu diketahui, Kita ini di teknis, setiap tahun kita ini di periksa oleh Inspektorat Sultra. Dan memang hasil temuan itu, hasil pekerjaan tahun 2019 yakni, antara bulan Januari sampai dengan Maret rentan waktunya.

“Nah, seperti ada teman-teman mengkritisi temuan tersebut, itu kami anggap sudah clear pada bulan Juli, dengan bukti setoran yang diserahkan ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Sultra sebagai bukti penyelesaian, yang selanjutnya dari hasil itu, maka keluarlah hasil rekomendasi dari BPK bahwa, terkait pembangunan atau adanya seperti yang disorot sama teman-teman dilapangan itu, sudah tuntas dan tidak ada temuan. Setelah itu, baru bisa kita adakan lelang,” ungkap Pahri Yamsul saat ditemui di kantornya belum lama ini.

“Perlu ditau bersama bahwa, Kita tidak bisa melakukan proses lelang kalau belum kita selesaikan permasalahan tadi dimaksud. Apalagi kita gunakan dana pinjaman di PT SMI. PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, itu sangat ketat. Dia (SMI), tidak akan mengizinkan kita melakukan pinjaman kalau tidak selesai persoalan 2019. Setelah rampung semuanya, alhamdulliah barulah di adakan proses lelang,” lanjut Pahri

Lebih lanjut Pahri Yamsul, yang juga ketua Pengurus Provinsi Persatuan Base Ball dan Softball seluruh Indonesia (Pengprov Perbasasi) Sultra menjelaskan, berdasarkan hal tersebut, sehingga di periode bulan April sekarang ini, pembangunan RS Jantung dan Pembuluh Darah sudah di kerjakan. Kalau tidak selesai permasalahan tadi dimaksud, sekarang ini tidak mungkin akan di kerjakan. terkhusus inspektorat, otomatis tidak akan mengizinkan sama sekali.

“Kami juga bersyukur selalu ada koreksi, sehingga kami dari tenaga teknis, seakan-akan ada yang kontrol. Ini pekerjaan ada rambu-rambunya. Jadi jangan kita melanggar regulasi yang ada,” imbuhnya.

“Cuman harapan saya kedepannya, alangkah baiknya bila ada temuan, di cek lah dulu. Apakah betul persoalan seperti itu, atau sudah selesai, hanya tidak terekspos oleh media. Itulah harapan kami. Jadi harapan kami media dan lembaga kontrol lainnya untuk mohon dukungannya, dan koreksinya,” lanjutnya lagi.

Diketahui yang menjadi persoalan temuan dimaksud lanjut Pahri, sekitar Rp214 juta. Itu semuanya sudah di clear kan, berdasarkan bukti resmi dari Inspektorat Sultra. Kami Cipta Karya punya pegangan kopian. Tapi kami tidak bisa memberikan hal tersebut.

“Uangnya di setorkan ke negara, bukti setoran kita serahkan ke BPK untuk dikeluarkan bukti tuntas. Dari bukti tuntas itu, bahwa tidak adalagi persoalan. Intinya kita tidak bisa melakukan proses lelang kalau tidak tuntas persoalan. Ituji intinya,” jelas Kadis Cipta Karya Bina Kontruksi dan Tata Ruang. (Edi Fiat).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *