Momen May Day, LPM Sultra Minta Pemerintah Agar Melindungi Para Pekerja di Tanah Air

  • Whatsapp

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – May Day yang sering disebut hari libur Nasional yang biasanya dirayakan pada 1 Mei yang dibarengi aksi damai. Namun dalam May Day kali ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Dimana telah kita ketahui bersama bahwa May Day kali ini, selain bulan puasa ramadhan, juga secara nasional kita masih dilanda virus berbahaya yakni, Covid-19 yang dimana kita dilarang untuk berkerumun. Hal tersebut diungkapkan Ketua LPM Sultra, Ados JR.

Ados menjelaskan, secara kelembagaan meminta kepada pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar mengedepankan dan melindung hak-hak para pekerja yang ada di negara tercinta ini.

“Negara kita salah satu negara yang luas tentunya kalau kita merujuk data pekerja jumlah angkatan kerja pada Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang. Dan kalau kita merujuk pada data BP Jamsostek jumlah kecelakaan kerja di Indonesia pada tahun 2020 yaitu mencapai 129.305 kasus di antaranya 4.275 kasus kecacatan, 9 kasus cacat total tetap,” beber Ados JR.

“Kalau kita kembali lihat beberapa kajadian kecelakaan kerja yang ada di Sulawesi Tenggara, itu juga tidak sedikit, misalnya, pada tanggal 13 januari 2020 kecalakaan kerja di Wilayah Izin Usaha Produksi (WIUP) PT Cinta Jaya, dan Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) terjadi kecelakaan kerja 8 januari tahun 2021. Dan masih banyak lagi kecelakaan karja yang sifatnya meninggal dunia maupun cacat total dan cacat ringan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Ados menjelaskan, tentunya ini lebih meningkatnya angka kecelakaan kerja yang menimpah para pekerja negara kami secara kelembagaan berharap kepada presiden negara republik indonesia melalui menteri Ketenagakerjaan untuk lebih menekankan kepada setiap perusahan yang sedang berinvestasi di negara ini maupun perusahaan lokal agar menerapkan sistim manajeman kesehatan keselamatan kerja (SMK3) untuk melindung para buruh/pekerja yang ada di negara ini.

Sesuai dengan Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992 mengatur mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Undang-undang nomor 23 tahun 1992, pasal 23 Tentang Kesehatan Kerja juga menekankan pentingnya kesehatan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya hingga diperoleh produktifitas kerja yang optimal.

“Pemerintah harus tetap getol melakukan proses pembinaan terhadap perusahaan yang memperkejakan buruh/pekerja agar sebisa mungkin atau semampu mungkin tidak boleh adanya kecelakaan kerja yang menimpah pada buruh maupun pekerja yang ada di nagara ini,’ jelasnya. (HS-EFI).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *