Pemkot Kendari Akan Permudah Pembuatan E-KTP untuk Transgender

  • Whatsapp

Ketgam : Dirjen Dukcapil Kemendagri, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, SH, MH didampingi Plt. Kadis Dukcapil Kota Kendari, Ir. Agus Salim Safrullah, MS, saat berkunjung di Kota Kendari beberapa waktu lalu. Foto: Ist.

 

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Berdasarkan arahan Direktur Jenderal (Dirjen), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh, pada setiap rapat-rapat secara virtual, agar Dukcapil di daerah-daerah di seluruh Indonesia mengatakan untuk membantu mempermudah para transgender untuk mendapatkan dokumen kependudukan.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, melalui Dukcapil Kota Kendari, langsung bergerak cepat, seperti yang diungkapkan, Pelaksana Tugas (Plt), Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Kota Kendari, Ir. Agus Salim Safrullah, MS kepada media ini, Jumat 21 Mei 2021.

Dikatakan Agus Salim, berdasarkan arahan Dirjen Dukcapil Kemendagri tersebut, Kami langsung bergerak cepat dengan mengimbau kepada kaum transgender untuk segera mengurus dokumen Kependudukan KTP-el atau KTP elektronik (e-KTP).

“Ini sesuai amanah UU Nomor 24/2013 jo UU No. 23/2006 tentang Adminduk, bahwa semua penduduk WNI harus didata dan harus punya KTP, Kartu Keluarga agar bisa mendapatkan pelayanan publik dengan baik, seperti pelayanan BPJS, Bansos, dan lain-lain,” terang Agus Safarulah.

“Dinas Dukcapil akan membantu dan memudahkan pelayanan KTP-el bagi kaum transgender tanpa diskriminasi. Kami merasa berkewajiban melayani mereka sebagai bagian dari WNI penduduk di Indonesia. Mereka (transgender) juga makhluk Tuhan yang wajib kami layani dengan non diskriminasi dan penuh empati,” lanjutnya.

Lebih lanjut mantan Kadis Perikanan Kota Kendari ini menjelaskan, Pelayanan mendapatkan KTP-el ini akan dipermudah jika sudah memenuhi persyaratan, yaitu usia 17 tahun keatas, WNI, melampirkan Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran, mengikuti proses rekam data di kantor Dukcapil Kota Kendari.

“Bagi yang sudah merekam data, caranya, harus diverifikasi dengan nama asli sesuai dengan alamat asalnya. Jika telah berganti nama atau berganti jenis kelamin, harus membawa dokumen otentik pengesahan kelamin laki-laki atau perempuan yang diterbitkan oleh pengadilan. Karena dalam kolom jenis kelamin, hanya dikenal dua yaitu jenis kelamin laki-laki dan perempuan, tidak dikenal kolom jenis kelamin transgender,” papar Asisten I ini.

“Atau jika telah berganti nama, lagi-lagi harus dibuktikan putusan pengadilan. Jadi tidak dikenal nama alias, misalnya nama Jono tidak boleh langsung diganti Jeni tanpa putusan dari pengadilan negeri,” sambungnya.

Masih beber Agus nama sapaan akrabnya menjelaskan, jumlah data transgender di Kota Kendari, hingga saat ini belum diperoleh. Data transgender sampai saat ini belum ada laporannya dari masing-masing tim rekam data, baik di kantor induk Dinas Dukcapil Kota, maupun di Unit Pelaksana Teknis (UPT) di masing- masing Kecamatan belum ada.

“Jadi, Kita berharap dengan adanya arahan Dirjen Dukcapil Kemendagri ini dapat mempermudah pembuatan KTP-el dan KK kepada transgender yang ada di Kota Lulo ini,” harap Agus Salim Safrullah. (Edi Fiat).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *