Ralat dan Klarifikasi : Kejati Sultra Tetapkan Dua Tersangka Inisial HH dan L Kasus Rekayasa Lalin di Wakatobi

  • Whatsapp

Kasi Penkum Kejati Sultra, Dody SH saat memberikan keterangan klarifikasi. Foto: Edi Fiat.

SENTRALSULTRA.ID, KENDARI – Setelah beberapa bulan bergulir, hingga dinaikan statusnya ke tahap penyidikan pada Desember 2020 lalu, akhirnya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya menetapkan 2 (dua) orang tersangka dengan inisial HH dan L dalam kasus dugaan Korupsi manajemen rekayasa Lalu Lintas (Lalin) di Kabupaten Wakatobi tahun 2017 lalu.

Senin 24 Mei 2021, Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sultra, Dody mengatakan, setelah menetapkan dua tersangka inisial HH dan L saat ini. Namun, Kejati Sultra sedang menunggu hasil proses selanjutnya.

“Jadi mengenai tersangka ini, Kejati sudah ditetapkan dua orang yakni, inisial HH dan L yang selanjutnya Kejati akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dua tersangka ini,” ungkap Dody saat ditemui diruang kerjanya.

Mengenai siapa inisial HH dan L yang dijadikan tersangka itu, Kasi Penkum Kejati enggan menerangkan lebih jauh dengan alasan menghargai hak-hak tersangka dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Namun yang ditetapkan tersangka ini adalah Palaku Utama dalam pekerjaan proyek studi manajemen rekayasa Lalin di Kabupaten Wakatobi.

Saat dikonfirmasi sejak kapan para pelaku terduga korupsi ini ditetapkan sebagai tersangka, Kasi Penkum mengatakan, Kedua tersangka tersebut ditetapkan sejak tanggal 19 Maret 2021.

“Kedua tersangka inisial HH dan L ini ditetapkan tersangka, sejak tanggal 19 Maret 2021,” tegasnya. (HS-EFI)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *